Selasa, 23 Oktober 2012
ARTI WARNA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Warna sering mendominasi dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari sosok individu sampai sebuah negara. Misalnya bendera negara kita merah dan putih. Ini adalah suatu symbol warna yang mempunyai makna. Hal ini juga dijumpai pada simbol-simbol organisasi, perkumpulan dan bahkan individu.
Sebelum dibahas tentang makna masing-masing warna, maka warna dapat dikelompokkan sebagai berikut: warna-warna sejuk, warna-warna hangat dan warna-warna netral. Yang termasuk warna-warna sejuk antara lain biru, hijau, pirus dan perak. Warna-warna sejuk cenderung berpengaruh memberikan perasaan tenang bagi yang melihatnya. Meskipun digunakan sendiri, warna-warna ini bisa mempunyai rasa dingin atau impersonal. Yang termasuk warna hangat antara lain: merah, merah muda, kuning orange, warna ungu, dan emas. Warna hangat cenderung mempunyai suatu efek kegairahan bagi yang melihatnya. Bagaimanapun ketika warna ini digunakan sendiri dapat menstimulasi, membangitkan emosi kekerasan/kehebatan dan kemarahan. Yang termasuk warna netral antara lain: coklat, gading, kelabu, putih dan hitam..
Sebelum dibahas tentang makna masing-masing warna, maka warna dapat dikelompokkan sebagai berikut: warna-warna sejuk, warna-warna hangat dan warna-warna netral. Yang termasuk warna-warna sejuk antara lain biru, hijau, pirus dan perak. Warna-warna sejuk cenderung berpengaruh memberikan perasaan tenang bagi yang melihatnya. Meskipun digunakan sendiri, warna-warna ini bisa mempunyai rasa dingin atau impersonal. Yang termasuk warna hangat antara lain: merah, merah muda, kuning orange, warna ungu, dan emas. Warna hangat cenderung mempunyai suatu efek kegairahan bagi yang melihatnya. Bagaimanapun ketika warna ini digunakan sendiri dapat menstimulasi, membangitkan emosi kekerasan/kehebatan dan kemarahan. Yang termasuk warna netral antara lain: coklat, gading, kelabu, putih dan hitam..
1 Merah
Melambangkan kesan energi, kekuatan, hasrat, erotisme, keberanian, agresi, nafsu, kehangatan, simbol dari api, pencapaian tujuan, darah, resiko, ketenaran, cinta, perjuangan, perhatian, perang, bahaya, kecepatan, panas, kekerasan. Warna ini dapat menyampaikan kecenderungan untuk menampilkan gambar dan teks secara lebih besar dan dekat. warna merah dapat mengganggu apabila digunakan pada ukuran yang besar. Merah cocok untuk tema yang menunjukkan keberanian seseorang. energi misal mobil, kendaraan bermotor, olahraga dan permainan. Arti positif misalnya cinta, energi, kuasa, kekuatan, panas, kehangatan, sedangkan arti negatif antara lain kemarahan, bahaya, peringatan, ketidaksabaran, penderitaan.
Jika warna merah menjadi favorit, maka orang itu termasuk tipe yang sangat berwibawa dan juga senang mengayomi teman yang lemah. Walau sering kali bergaul dan bercanda tapi orang ini bisa menahan diri. Orang ini termasuk tipe yang sulit jatuh cinta.
2. Putih
Menunjukkan kedamaian, permohonan maaf, pencapaian diri, spiritualitas, kedewaan, keperawanan atau kesucian, kesederhanaan, kesempurnaan, kebersihan, cahaya, tak bersalah, keamanan, persatuan. Warna putih sangat bagus untuk menampilkan atau menekankan warna lain serta memberi kesan kesederhanaan dan kebersihan. Arti positifnya antara lain: kebaikan, keadaan tak bersalah, kemurnian, segar, gampang, bersih, sedangkan arti negatifnya: musim dingin, dingin, jauh .
Jika Andamenyukai warna putih, makaAnda adalah orang yang dilahirkan ke dunia dengan sempurna, banyak orang mengagumi Anda karena sifat anggun, idealis dan moralis yang teramat tinggi. Tak pernah angkuh, senang menolong siapa saja yang membutuhkan bantuan Anda.
Jika Andamenyukai warna putih, makaAnda adalah orang yang dilahirkan ke dunia dengan sempurna, banyak orang mengagumi Anda karena sifat anggun, idealis dan moralis yang teramat tinggi. Tak pernah angkuh, senang menolong siapa saja yang membutuhkan bantuan Anda.
3. Hitam
Melambangkan perlindungan, pengusiran, sesuatu yang negatif, mengikat, kekuatan, formalitas, misteri, kekayaan, ketakutan, kejahatan, ketidak bahagiaan, perasaan yang dalam, kesedihan, kemarahan, sesuatu yang melanggar , harga diri, anti kemapanan, seksualitas, kecanggihan, kematian. Sangat tepat untuk menambahkan kesan misteri. Latar belakang warna hitam dapat menampilkan perspektif dan kedalaman. Sangat bagus untuk menampilkan karya seni atau fotografi karena membantu penekanan pada warna-warna lain. Arti positif: perlindungan, dramatis, serius, bergaya/anggun, formalitas, sedangkan arti negatif: kerahasiaan, kematian, kejahatan/ malapetaka, kegaiban.
Jika Anda menyukai warna hitam, maka Anda termasuk tipe orang yang sangat lincah dalam hal-hal tertentu saja. Jika Anda berada di lingkungan yang tidak disukai, maka Anda akan menjadi murung. Anda selalu tampil menarik, rapi, cukup banyak lawan jenis berusaha mengejar dan merebut cinta Anda.
Jika Anda menyukai warna hitam, maka Anda termasuk tipe orang yang sangat lincah dalam hal-hal tertentu saja. Jika Anda berada di lingkungan yang tidak disukai, maka Anda akan menjadi murung. Anda selalu tampil menarik, rapi, cukup banyak lawan jenis berusaha mengejar dan merebut cinta Anda.
4. Biru
Memberikan kesan komunikasi, peruntungan yang baik, kebijakan, perlindungan, inspirasi spiritual/kepercayaan, konservatif, keamanan, teknologi, kebersihan, keteraturan, tenang, kelembutan, dinamis, air, laut, kreativitas, cinta, kedamaian, kepercayaan, loyalitas, kepandaian, panutan, kekuatan dari adlam, kesedihan, kestabilan, kepercayaan diri, kesadaran, pesan, ide, berbagi, idealisme, persahabatan dan harmoni, kasih sayang.
Warna ini memberi kesan tenang dan menekankan keinginan. Biru tidak meminta mata untuk memperhatikan. Obyek dan gambar biru pada dasarnya dapat menciptakan perasaan yang dingin dan tenang. Warna biru juga dapat menampilkan kekuatan teknologi, kebersihan, udara, air dan kedalaman laut. Selain itu, jika digabungkan dengan warna merah dan kuning dapat memberikan kesan kepercayaan dan kesehatan. Arti positif: keheningan, mencintai, kesetiaan, keamanan, percaya, intelligence, sedangkan arti negatif: kedinginan, ketakutan, kejantanan.
Jika Anda menyukai warna biru, maka Anda termasuk dalam tipe pemurung, selalu menyenangkan dan selalu bertindak pasif dalam segala hal. Mendambakan ketenangan dan ketentraman. Anda selalu mendapat kesulitan dalam pergaulan. Demikian pula dalam bercinta karena kamu pintar dalam menyembunyikan perasaan.
5. Hijau
Menunjukkan warna bumi, penyembuhan fisik, kelimpahan, keajaiban, tanaman dan pohon, alami, sehat, keberuntungan, kesuburan, pertumbuhan, muda, kesuksesan materi, pembaharuan, daya tahan, keseimbangan, ketergantungan dan persahabatan. Dapat digunakan untuk relaksasi, menetralisir mata, memenangkan pikiran, merangsang kreatifitas. Arti positif: uang, pertumbuhan, kesuburan, kesegaran, healing, sedangkan arti negatif: iri hati, kecemburuan, kesalahan, kekacauan.
Jika warna kesukaan Anda hijau, maka Anda adalah tipe yang sangat romantik, menyukai keindahan, menyenangi alam dengan udara yang sejuk. Anda adalah seseorang yang selalu memegang prinsip. Dalam hal bercinta Anda mengidam-idamkan calon teman hidup yang penuh toleransi dan dapat dipercaya.
Jika warna kesukaan Anda hijau, maka Anda adalah tipe yang sangat romantik, menyukai keindahan, menyenangi alam dengan udara yang sejuk. Anda adalah seseorang yang selalu memegang prinsip. Dalam hal bercinta Anda mengidam-idamkan calon teman hidup yang penuh toleransi dan dapat dipercaya.
6. Kuning
Merujuk pada matahari, ingatan, imajinasi logis, energi sosial, kerjasama, kebahagiaan, kegembiraan, kehangatan, loyalitas, tekanan mental, persepsi, pemahaman, kebijaksanaan, penghianatan, kecemburuan, penipuan, kelemahan, penakut, aksi, idealisme, optimisme, imajinasi, harapan, musim panas, filosofi, ketidak pastian, resah dan curiga.
Warna Kuning merangsang aktivitas mental dan menarik perhatian, Sangat efektif digunakan pada blogsite yang menekankan pada perasaan bahagia dan kekanakan. Arti positif: terang/cerdas, energi, matahari, kreativitas, akal, bahagia, sedangkan arti negatif: penakut, tidak bertanggungjawab, tidak stabil.
Jika kesukaan Anda warna kuning menandakan bahwa Anda memiliki sifat optimis. Anda tipe periang dan senang bergaul, tidak memiliki penampilan yang loyo. Sifat tolong-menolong selalu ada dalam dirimu, karena menolong merupakan suatu kewajiban mutlak bagimu. Anda orang yang tidak pernah meremehkan siapapun juga, walaupun seseorang itu dungu atau bloon.
Jika kesukaan Anda warna kuning menandakan bahwa Anda memiliki sifat optimis. Anda tipe periang dan senang bergaul, tidak memiliki penampilan yang loyo. Sifat tolong-menolong selalu ada dalam dirimu, karena menolong merupakan suatu kewajiban mutlak bagimu. Anda orang yang tidak pernah meremehkan siapapun juga, walaupun seseorang itu dungu atau bloon.
7. Merah Muda
Warna Merah Muda menunjukkan simbol kasih sayang dan cinta, persahabatan, feminin, kepercayaan, niat baik, pengobatan emosi, damai, perasaan yang halus, perasaan yang manis dan indah. Arti positif: sehat, bahagia, feminin, rasa kasihan, manis, suka melucu, sementara arti negatif: kelemahan, kewanitaan, ketidak dewasaan.
8. Ungu
Menunjukkan pengaruh, pandangan ketiga, kekuatan spiritual, pengetahuan yang tersembunyi, aspirasi yang tinggi, transformasi, kebangsawanan, upacara, misteri, pencerahan, telepati, empati, arogan/keangkuhan, intuisi, kepercayaan yang dalam, ambisi, magic atau keajaiban, harga diri.
Jika warna ungu menjadi warna favoritmu maka Anda adalah tipe yang benar-benar luar biasa. Dalam menghadapi masa depan Anda tidak pernah ragu-ragu. Apa yang dikerjakan Anda adalah yang terbaik. Anda pandai benar dalam mengikuti perkembangan zaman. Dalam bercinta, hanya merekalah yang kuat mental yang bisa mendekati dan menjadi kekasihmu.
Jika warna ungu menjadi warna favoritmu maka Anda adalah tipe yang benar-benar luar biasa. Dalam menghadapi masa depan Anda tidak pernah ragu-ragu. Apa yang dikerjakan Anda adalah yang terbaik. Anda pandai benar dalam mengikuti perkembangan zaman. Dalam bercinta, hanya merekalah yang kuat mental yang bisa mendekati dan menjadi kekasihmu.
9. Orange
Menunjukkan kehangatan, energy, keseimbangan, kehangatan, antusiasme, persahabatan, pencapaian bisnis, karier, kesuksesan, kesehatan pikiran, keadilan, daya tahan, kegembiraan, gerak cepat, sesuatu yang tumbuh, ketertarikan, independensi. Pada blog dapat meningkatkan aktifitas mental. Disamping itu warna Orange memberi kesan yang kuat pada elemen yang dianggap penting. Arti positif: keberanian, kepercayaan, kehangatan/keramahan, keakraban, sukses, sedangkan arti negatif: ketidak-tahuan, melempem.
10. Coklat
Menunjukkan persahabatan, kejadian yang khusus, tanah/bumi, pemikiran yang materialis, reliabilitas, kedamaian, produktivitas, praktis, kerja keras, kepercayaan, daya tahan, kesenangan. Warna coklat sangat tidak menarik apabila digunakan tanpa tambahan gambar dan ornamen tertentu. Coklat harus didukung ornament lain agar menarik. Arti positif: ramah, bumi, keluar rumah, umur panjang, konservatif, sedangkan arti negatif: dogmatis, konservatif.
11. Abu-abu
Mencerminkan keamanan, kepandaian, tenang dan serius, kesederhanaan, kedewasaaan, konservatif, praktis, kesedihan, bosan, profesional, kualitas, diam, tenang, masa depan (millennium). Arti positif: keamanan, keandalan, kecerdasan/inteligen (intelek), padat, konservatif. Arti negatif: muram, sedih, konservatif.
12. Emas
Mencerminkan kedudukan, kesehatan, keamanan, kegembiraan, kebijakan, arti, tujuan, pencarian kedalam hati, kekuatan mistis, ilmu pengetahuan, perasaan kagum, konsentrasi. Arti positif: kekayaan, kemakmuran, berharga, tradisional, sedangkan arti negatif: ketamakan, pemimpin.
13. Pirus
Arti positif: rohani, sembuh, perlindungan, sophisticated
Arti negatif: cemburu, kewanitaan
14. Perak
Arti positif: glamor, tinggi, anggun, sleek
Arti negatif: pengkhayal, tidak tulus
15. Tan ( wol halus yang masih putih)
Arti positif: ketergantungan, fleksibel, keriting, konservatif
Arti negatif: tumpul, membosankan, konservatif
16. Gading
Arti positif: ketenangan, kenyamanan, kebersihan/kesucian, hangat
Arti negatif: lemah, tidak stabil
sumber:
http://uripsantoso.wordpress.com/2011/10/21/arti-warna-dalam-kehidupan-sehari-hari/
Cara Buat Bintang Jatuh di Kursor
Ayo bagi temen-temen yang suka otak-atik blog alias sering memperindah blog kalian. Ada tips menarik membuat efek bintang jatuh dari cursor di blog, animasi bintang jatuh adalah sebuah animasi kursor yang berupa bintang bertaburan yang jatuh dari cursor atau mouse ketika di gerakkan, hal ini sangat menarik untuk di pasang di sebuah blog atau website karena animasi nya yang indah dan unik sehingga akan menarik visitor blog untuk betah tinggal lama-lama untuk membaca blog sobat.
Silahkan di coba ya sobat........!!! heheheh
Pemasangan Efek Bintang Jatuh Pada Cursor Di Blogger.
1. Login di Blogger
2. Pilih Desing > Aad Gedget > HTML / Javascript
3. Masukkan kode di bawah ini ke kolom HTML / Javascript
<script type='text/javascript'>
// <![CDATA[
var colour="#52D8ED";
var sparkles=100;
var x=ox=400;
var y=oy=300;
var swide=800;
var shigh=600;
var sleft=sdown=0;
var tiny=new Array();
var star=new Array();
var starv=new Array();
var starx=new Array();
var stary=new Array();
var tinyx=new Array();
var tinyy=new Array();
var tinyv=new Array();
window.onload=function() { if (document.getElementById) {
var i, rats, rlef, rdow;
for (var i=0; i<sparkles; i++) {
var rats=createDiv(3, 3);
rats.style.visibility="hidden";
document.body.appendChild(tiny[i]=rats);
starv[i]=0;
tinyv[i]=0;
var rats=createDiv(5, 5);
rats.style.backgroundColor="transparent";
rats.style.visibility="hidden";
var rlef=createDiv(1, 5);
var rdow=createDiv(5, 1);
rats.appendChild(rlef);
rats.appendChild(rdow);
rlef.style.top="3px";
rlef.style.left="0px";
rdow.style.top="0px";
rdow.style.left="3px";
document.body.appendChild(star[i]=rats);
}
set_width();
sparkle();
}}
function sparkle() {
var c;
if (x!=ox || y!=oy) {
ox=x;
oy=y;
for (c=0; c<sparkles; c++) if (!starv[c]) {
star[c].style.left=(starx[c]=x)+"px";
star[c].style.top=(stary[c]=y)+"px";
star[c].style.clip="rect(0px, 5px, 5px, 0px)";
star[c].style.visibility="visible";
starv[c]=50;
break;
}
}
for (c=0; c<sparkles; c++) {
if (starv[c]) update_star(c);
if (tinyv[c]) update_tiny(c);
}
setTimeout("sparkle()", 40);
}
function update_star(i) {
if (--starv[i]==25) star[i].style.clip="rect(1px, 4px, 4px, 1px)";
if (starv[i]) {
stary[i]+=1+Math.random()*3;
if (stary[i]<shigh+sdown) {
star[i].style.top=stary[i]+"px";
starx[i]+=(i%5-2)/5;
star[i].style.left=starx[i]+"px";
}
else {
star[i].style.visibility="hidden";
starv[i]=0;
return;
}
}
else {
tinyv[i]=50;
tiny[i].style.top=(tinyy[i]=stary[i])+"px";
tiny[i].style.left=(tinyx[i]=starx[i])+"px";
tiny[i].style.width="2px";
tiny[i].style.height="2px";
star[i].style.visibility="hidden";
tiny[i].style.visibility="visible"
}
}
function update_tiny(i) {
if (--tinyv[i]==25) {
tiny[i].style.width="1px";
tiny[i].style.height="1px";
}
if (tinyv[i]) {
tinyy[i]+=1+Math.random()*3;
if (tinyy[i]<shigh+sdown) {
tiny[i].style.top=tinyy[i]+"px";
tinyx[i]+=(i%5-2)/5;
tiny[i].style.left=tinyx[i]+"px";
}
else {
tiny[i].style.visibility="hidden";
tinyv[i]=0;
return;
}
}
else tiny[i].style.visibility="hidden";
}
document.onmousemove=mouse;
function mouse(e) {
set_scroll();
y=(e)?e.pageY:event.y+sdown;
x=(e)?e.pageX:event.x+sleft;
}
function set_scroll() {
if (typeof(self.pageYOffset)=="number") {
sdown=self.pageYOffset;
sleft=self.pageXOffset;
}
else if (document.body.scrollTop || document.body.scrollLeft) {
sdown=document.body.scrollTop;
sleft=document.body.scrollLeft;
}
else if (document.documentElement && (document.documentElement.scrollTop || document.documentElement.scrollLeft)) {
sleft=document.documentElement.scrollLeft;
sdown=document.documentElement.scrollTop;
}
else {
sdown=0;
sleft=0;
}
}
window.onresize=set_width;
function set_width() {
if (typeof(self.innerWidth)=="number") {
swide=self.innerWidth;
shigh=self.innerHeight;
}
else if (document.documentElement && document.documentElement.clientWidth) {
swide=document.documentElement.clientWidth;
shigh=document.documentElement.clientHeight;
}
else if (document.body.clientWidth) {
swide=document.body.clientWidth;
shigh=document.body.clientHeight;
}
}
function createDiv(height, width) {
var div=document.createElement("div");
div.style.position="absolute";
div.style.height=height+"px";
div.style.width=width+"px";
div.style.overflow="hidden";
div.style.backgroundColor=colour;
return (div);
}
// ]]>
</script>
// <![CDATA[
var colour="#52D8ED";
var sparkles=100;
var x=ox=400;
var y=oy=300;
var swide=800;
var shigh=600;
var sleft=sdown=0;
var tiny=new Array();
var star=new Array();
var starv=new Array();
var starx=new Array();
var stary=new Array();
var tinyx=new Array();
var tinyy=new Array();
var tinyv=new Array();
window.onload=function() { if (document.getElementById) {
var i, rats, rlef, rdow;
for (var i=0; i<sparkles; i++) {
var rats=createDiv(3, 3);
rats.style.visibility="hidden";
document.body.appendChild(tiny[i]=rats);
starv[i]=0;
tinyv[i]=0;
var rats=createDiv(5, 5);
rats.style.backgroundColor="transparent";
rats.style.visibility="hidden";
var rlef=createDiv(1, 5);
var rdow=createDiv(5, 1);
rats.appendChild(rlef);
rats.appendChild(rdow);
rlef.style.top="3px";
rlef.style.left="0px";
rdow.style.top="0px";
rdow.style.left="3px";
document.body.appendChild(star[i]=rats);
}
set_width();
sparkle();
}}
function sparkle() {
var c;
if (x!=ox || y!=oy) {
ox=x;
oy=y;
for (c=0; c<sparkles; c++) if (!starv[c]) {
star[c].style.left=(starx[c]=x)+"px";
star[c].style.top=(stary[c]=y)+"px";
star[c].style.clip="rect(0px, 5px, 5px, 0px)";
star[c].style.visibility="visible";
starv[c]=50;
break;
}
}
for (c=0; c<sparkles; c++) {
if (starv[c]) update_star(c);
if (tinyv[c]) update_tiny(c);
}
setTimeout("sparkle()", 40);
}
function update_star(i) {
if (--starv[i]==25) star[i].style.clip="rect(1px, 4px, 4px, 1px)";
if (starv[i]) {
stary[i]+=1+Math.random()*3;
if (stary[i]<shigh+sdown) {
star[i].style.top=stary[i]+"px";
starx[i]+=(i%5-2)/5;
star[i].style.left=starx[i]+"px";
}
else {
star[i].style.visibility="hidden";
starv[i]=0;
return;
}
}
else {
tinyv[i]=50;
tiny[i].style.top=(tinyy[i]=stary[i])+"px";
tiny[i].style.left=(tinyx[i]=starx[i])+"px";
tiny[i].style.width="2px";
tiny[i].style.height="2px";
star[i].style.visibility="hidden";
tiny[i].style.visibility="visible"
}
}
function update_tiny(i) {
if (--tinyv[i]==25) {
tiny[i].style.width="1px";
tiny[i].style.height="1px";
}
if (tinyv[i]) {
tinyy[i]+=1+Math.random()*3;
if (tinyy[i]<shigh+sdown) {
tiny[i].style.top=tinyy[i]+"px";
tinyx[i]+=(i%5-2)/5;
tiny[i].style.left=tinyx[i]+"px";
}
else {
tiny[i].style.visibility="hidden";
tinyv[i]=0;
return;
}
}
else tiny[i].style.visibility="hidden";
}
document.onmousemove=mouse;
function mouse(e) {
set_scroll();
y=(e)?e.pageY:event.y+sdown;
x=(e)?e.pageX:event.x+sleft;
}
function set_scroll() {
if (typeof(self.pageYOffset)=="number") {
sdown=self.pageYOffset;
sleft=self.pageXOffset;
}
else if (document.body.scrollTop || document.body.scrollLeft) {
sdown=document.body.scrollTop;
sleft=document.body.scrollLeft;
}
else if (document.documentElement && (document.documentElement.scrollTop || document.documentElement.scrollLeft)) {
sleft=document.documentElement.scrollLeft;
sdown=document.documentElement.scrollTop;
}
else {
sdown=0;
sleft=0;
}
}
window.onresize=set_width;
function set_width() {
if (typeof(self.innerWidth)=="number") {
swide=self.innerWidth;
shigh=self.innerHeight;
}
else if (document.documentElement && document.documentElement.clientWidth) {
swide=document.documentElement.clientWidth;
shigh=document.documentElement.clientHeight;
}
else if (document.body.clientWidth) {
swide=document.body.clientWidth;
shigh=document.body.clientHeight;
}
}
function createDiv(height, width) {
var div=document.createElement("div");
div.style.position="absolute";
div.style.height=height+"px";
div.style.width=width+"px";
div.style.overflow="hidden";
div.style.backgroundColor=colour;
return (div);
}
// ]]>
</script>
Cari kode yang berwarna merah di atas dan gantilah sesuaikan dengan kode warna yang inginkan sobat.
Terakhir simpan dan efek bintang jatuh dari cursor sudah dapat di lihat.
Sumber:
http://bloggerpeer.blogspot.com/2011/11/animasi-bintang-jatuh-adalah-sebuah.html
Selasa, 16 Oktober 2012
Cara Membuat Burung Twitter Berterbangan Di Blog

Pengen mempercantik blok kalian g ? neh aku ada tips buat mempercantik blog kalian....hehehehe aku dapet dari.......
Sebuah Artikel yang saya kutip dari berbagai sumber, Artikel ini berisi tentang bagai mana cara Membuat
BURUNG TWITTER berterbangan di blog kita...
ini sangat berdampak positif buat blog kita, karena kalo kita klik burung nya ia akan langsung masuk ke alamat Twitt kamu, dan yang baik nya, ia akan follow twitt kamu hasil nya twitt kamu banyak yang follow dan makin tambah eksis di twitt,, Selain itu, burung-burung atau Icon Burung twitternya juga bagus dan lucu dan imut loe.... itu akan menghiasi blog kita supaya lebih menarik dan lebih bagus untuk di lihat......
Bagaimana seandainya twitter kita yg terbang ? maksudnya, bukan twitternya tapi icon nya yang berupa burung tadi berterbangan di blog kita ? kelihatannya akan menarik dan lucu hehehehe,,,,,,,,,, Burungku berterbangan hehehehhehehe.... Eh inget bukan burung yang lain ya....tapi burung yang ada di blog kita loe..... Burung yang menjadi icon twitter ini yang akan ada link yang menuju profil twitter ini akan berterbangan di blog kita, sehingga akan menarik pengunjung blog.
1. Login ke blogger.
2. Pilih rancangan, kemudian tambah gadget.
3. Pilih HTML / Java Script.
4. Masukkan kode HTML berikut ini :
<script type="text/javascript" src="https://sites.google.com/site/exeloph/file/Twitterbang.js"></script>
<script type="text/javascript">
var birdSprite="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuc4YPeu7xGL-Ixiabxtkk4jRgNJ_8hzncVK_qU038ABpo3GY1cMToZ5e5S2Yg7_FopWaAHhfowcCLSqX9n3L0svsshl51PS6VXX-EjnJzjnNk-BJDHGBPJKrHkleSgE_tAb5C1rWF5Ls/"; var targetElems=new Array("img","hr","table","td","div","input","textarea","button","select","ul","ol","li","h1","h2","h3","h4","p","code","object","a","b","strong","span"); var twitterAccount = "https://twitter.com/#!/M45_484Y";var tweetThisText = "Twitter -M45_484Y http://singkonkeju.blogspot.com/";tripleflapInit();</script>
5. Ganti link yang warna merah dengan URL blog kamu dan username twitter
6. Simpan jika sudah selesai.
Untuk membuat warna burung twitter yang lain sobat bisa mengganti kode yang berwarna merah diatas dengan kode-kode dibawah ini sesuai dengan warna pilihan yang sobat inginkan.
Warna Kuning
- https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQpt0_AteAkGzk3rBE0EOJVNstvClt2W3ldMGy1WdIGw88IAfUYyZm-pECO2capzwaLyg1p05imM8USyZp3-oR8OrzPBUHaKUx68Ue7q8-7f6fRKzPWtHpqZOX79O3DgEYYS48_xQghHU/s1600/yellow+bird.png
- https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2IwNc_EPqB673OlypUKTDfqHGJ0SHcvMZ9cLEq2EIg7-tBbcle5RGmTns3AtpsSIiEOyN0Tk_h3mWiOAoGi_pI_ZCGW3uHaWCetKJSU4gNdogVa4LSMZbXGV1aNkUhzqlOZ7lAxhZVeM/s1600/black+bird.png
- https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxeGLxgUmUB43aaIFjZP3-qjf8jcxJy0_e3WVkVEqsr2_bYv6oPM1bGZ_FeFXRiLuE6KpX-ecCANOgUo0wo2M2vWLPfYRMBDUv4TuvX5WiiEDhDXgqLJ_de3mtJae-hC6wqwC1Wqey-sI/s1600/Blue+bird.png
- https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNFLvKXtMyeuLh9Op4hDqi2XTwslNI2m8teMD6KUo4IsHtv-AL3sN3-zJwDPy3QUGOz05HYxE5exzm6shACHai_aRNPX7v4XUGLh4jdCUH6X9gJ0dSDMgh1qgrh7nvaZZ4j-J3iI395M0/s1600/brown+bird.png
- https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOBFACEgL7Z52PSBsnwKGdovJOI8Db6FvNmAG_k4aNXCMRg-Z9qOJXWc5-QLDQUG8cQf17c6_uWYUhWd5RsDm8MDfcpaU4JgGK3RHcTOECrvNxwftVdZzp3Q802KLkJ3YINdC6crSqai0/s1600/Green+bird.png
- https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOnkKucmgsJ4JyT-6mk03rypfTKi11biGebBoQMpvivv647WfSm8GsNPp6wlcgntRjdq2CXyBJElz894mPhlNGcsZBzrZIzcYBgXNlORQUlZ79z-97eQijAvWyTrtjBuQXeQWBPW1wlQA/s1600/purple+bird.png
- https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqRfPlM8veFWbiCSdtenJEQwvNjwOajX9ovh5A5DYmNwfrl_iyT6MYVztKSXgI6S3mGqySj7K1BKcPYTfYdDHWMEyU0ZC8xC_rJbQ5GXg6ijCHmeNoWMKx6jt7SCcKv_whY_kekhTREi0/s1600/white+bird.png
- https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3kXFecvT8My8JaxinM03s88y6jGhngZMGRz5CXegIazayML4PwfD1Y90ZwTR2HMIC9zHOp9jLrtzndtHzkCInONosyhKysEY0k7F7j7yGOs5-hrVEX2aWJ6t6zaQ2es_DPReOK76pCoE/s1600/red+bird.png
Sumber: http://bloggerpeer.blogspot.com
Sabtu, 13 Oktober 2012
MOTIVASI
Kata
motivasi semakin sering digunakan akhir-akhir ini. Baik itu di buku-buku
populer, seminar-seminar atau lainnya, terutama dalam hal yang menyangkut
pengembangan diri. Apa sebenarnya motivasi itu, dari mana dan kenapa perlu
motivasi terutama dalam pengembangan diri? Bila anda mempunyai keinginan, maka
anda perlu motivasi untuk memanifestasi keinginan tersebut. Hanya dengan
afirmasi atau niat, tanpa motivasi, belum cukup untuk mewujudkannya.“Saya
bermotivasi tinggi untuk memperbaiki diri sendiri” sebuah contoh kalimat yang
digunakan untuk menaikkan motivasi pada diri kita sendiri, untuk sesuatu yang
kita inginkan.Jadi apa sebenarnya motivasi itu?
Motivasi
adalah daya pendorong dari keinginan kita agar terwujud. Motivasi adalah sebuah
energi pendorong yang berasal dari dalam kita sendiri.
Motivasi adalah daya pendorong dari keinginan kita agar terwujud. Energi pendorong dari dalam agar apapun yang kita inginkan dapat terwujud. Motivasi erat sekali hubungannya dengan keinginan dan ambisi, bila salah satunya tidak ada, motivasi pun tidak akan timbul.
Banyak dari kita yang mempunyai keinginan dan ambisi besar, tapi kurang mempunyai inisiatif dan kemauan untuk mengambil langkah untuk mencapainya. Ini menunjukkan kurangnya enrgi pendorong dari dalam diri kita sendiri atau kurang motivasi.
Motivasi adalah daya pendorong dari keinginan kita agar terwujud. Energi pendorong dari dalam agar apapun yang kita inginkan dapat terwujud. Motivasi erat sekali hubungannya dengan keinginan dan ambisi, bila salah satunya tidak ada, motivasi pun tidak akan timbul.
Banyak dari kita yang mempunyai keinginan dan ambisi besar, tapi kurang mempunyai inisiatif dan kemauan untuk mengambil langkah untuk mencapainya. Ini menunjukkan kurangnya enrgi pendorong dari dalam diri kita sendiri atau kurang motivasi.
Motivasi akan menguatkan ambisi, meningkatkan inisiatif dan akan membantu dalam mengarahkan energi kita untuk mencapai apa yang kita inginkan. Dengan motivasi yang benar kita akan semakin mendekati keinginan kita.
Biasanya
motivasi akan besar, bila orang tersebut mempunyai visi jelas dari apa yang
diinginkan. Ia mempunyai gambaran mental yang jelas dari kondisi yang
diinginkan dan mempunyai keinginan besar untuk mencapainya. Motivasilah yang
akan membuat dirinya melangkah maju dan mengambil langkah selanjutnya untuk
merealisasikan apa yang diinginkannya.
Lakukan apapun dalam pengembangan diri anda dengan motivasi, baik itu karir, hubungan, spiritual, pekerjaan, menulis, memasak, membeli rumah, mendapatkan pacar, mengajar anak atau apapun. Motivasi ini akan ada, bila ada visi yang jelas dari apa yang anda akan lakukan, mengetahui apa yang akan anda lakukan dan percaya akan kekuatan yang ada pada anda sendiri. Ia akan merupakan kunci sukses dari apapun yang anda lakukan.
Lakukan apapun dalam pengembangan diri anda dengan motivasi, baik itu karir, hubungan, spiritual, pekerjaan, menulis, memasak, membeli rumah, mendapatkan pacar, mengajar anak atau apapun. Motivasi ini akan ada, bila ada visi yang jelas dari apa yang anda akan lakukan, mengetahui apa yang akan anda lakukan dan percaya akan kekuatan yang ada pada anda sendiri. Ia akan merupakan kunci sukses dari apapun yang anda lakukan.
Untuk
termotivasi, ketahui terlebih dahulu apa yang anda inginkan selanjutnya anda
harus dapat meningkatkan energi keinginan itu dan siap untuk melakukan apa saja
agar keinginan dapat tercapai.
Motivasi
berkaitan erat dengan tercapainya sesuatu keinginan. Sering kita gagal mencapai
apa yang kita lakukan, misalnya berhenti minum kopi, merokok dan lainnya karena
motivasinya kurang.
Apakah
hubungannya motivasi dengan emosi?Sangat erat hubungannya. Keduanya diperlukan
untuk proses tercapainya suatu keinginan. Disiplin adalah hal yang perlu agar
keinginan tercapai.Untuk tetap disiplin, motivasi yang tinggi akan sangat
membantu.
Dalam
kehidupan kita, kita sering meniatkan untuk melakukan pengembangan atau merubah
kondisi yang kita miliki, tapi sering tidak dilakukan dan berhenti hanya
sebagai niat saja. Kenapa berhenti? Itu terjadi karena kurangnya motivasi,
antusiasme, keinginan, determinasi, kemauan dan disiplin.
Contoh
motivasi :
Dulu
saya ingin sekali membeli kamera digital merek CANON EOS 350D. kenapa saya
ingin sekali kamera tersebut? Karena saya anggap kamera tersebut memiliki fitur
yang cukup canggih di kelasnya. Selain harganya yang tidak terlalu mahal saat
ini, kamera tersebut sudah bisa di bilang bagus untuk ukuran pemula. Maksud
saya membeli kamera tersebut untuk hunting foto bersama teman-teman fotograp
saya. Selain itu juga kamera tersebut saya gunakan untuk mencari penghasilan
tambahan. Saya memang tidak punya uang banyak untuk langsung membelinya karena
harganya yang cukap mahal buat ukuran mahasiswa seperti saya ini. Berbagai cara
saya lakukan untuk mengumpulkan uang hanya semata-mata ingin membeli kamera
yang saya inginkan tersebut. Saya termotivasi membeli kamera itu karena masukan
teman saya akan keistimewaan yang dimiliki oleh EOS 350D tersebut. Rasa ingin
tahu saya cukup besar untuk ingin mengetahui ada apa saja keistimewaan yang
dimiliki kamera tersebut seperti yang teman saya paparkan. Cukup lama saya
mendapatkan kamera tersebut, salah satunya karena factor keuangan yang saya miliki.
Saya mengumpulkan uang dari sisa uang belanja saya perbulan, dan alhamdulilah
saya bisa memiliki kamera tersebut. Semua itu berkat saya memiliki motivasi
dalam mencapai apa yang saya inginkan.
PERDAGANGAN PEREMPUAN DAN ANAK (TRAFIKING) MENURUT ATURAN-ATURAN HUKUM INTERNASIONAL
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Perdagangan perempuan dan anak (trafiking) telah lama terjadi di muka
bumi ini dan merupakan tindakan yang bertentangan dengan harkat dan martabat
manusia. Ini merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia.
Di masa lalu, perdagangan anak dan perempuan hanya dipandang sebagai
pemindahan secara paksa ke luar negeri untuk tujuan prostitusi. jumlah konvensi
terdahulu mengenai perdagangan hanya memfokuskan aspek ini. Namun seiring
dengan perkembangan zaman, perdagangan didefinisikan sebagai pemindahan,
khususnya perempuan dan anak dengan
atau tanpa persetujuan orang yang bersangkutan di dalam suatu
negara atau ke luar negeri untuk semua perburuhan yang eksploitatif, tidak
hanya prostitusi.
Trafiking merupakan salah satu masalah yang perlu penanganan mendesak
seluruh komponen bangsa. Hal tersebut perlu, sebab erat terkait dengan citra
bangsa Indonesia di mata internasional. Apalagi, data Departemen Luar Negeri
Amerika Serikat menunjukkan bahwa Indonesia berada di urutan ketiga sebagai
pemasok perdagangan perempuan dan anak. Suatu tantangan bagi Indonesia untuk
menyelamatkan anak bangsa dari keterpurukan.
Memang disadari bahwa penanganan trafiking tidaklah mudah, karena
kasus pengiriman manusia secara ilegal ke luar negeri sudah terjadi sejak
bertahun-tahun lamanya tanpa adanya suatu perubahan perbaikan. Sebagaimana yang
dilaporkan Pemerintahan Malaysia, bahwa 4.268 pekerja seks berasal dari
Indonesia. Demikian juga dengan wilayah perbatasan negara Malaysia dan
Singapura. Data menunjukkan sebanyak 4.300 perempuan dan anak yang dipekerjakan
sebagai pekerja seks (Kompas, 10 Mei 2001) di wilayah tersebut. Kemudian
di akhir tahun 2004 muncul lagi kasus yang sama, bahkan meningkat mencapai
angka 300.000.1
Trafiking merupakan salah satu jalur terjadinya perdagangan orang yang
korbannya rata-rata berada di bawah garis kemiskinan, khususnya perempuan dan
anak. Apalagi, hingga saat ini posisi perempuan masih termarjinalisasi,
tersubordinasi yang secara langsung dan tidak langsung akan mempengaruhi
kondisi perempuan.
Situasi semacam ini merupakan santapan sindikat perdagangan perempuan
dan anak yang sudah terorganisir untuk melakukan perekrutan. Bahkan nyaris jauh
dari jangkauan hukum, karena sindikatnya diawali dengan transaksi utang-piutang
antara pemasok tenaga kerja ilegal dengan korban yang mempunyai bayi atau anak
perempuan yang masih perawan, sehingga jika korban tidak mampu untuk
menyelesaikan transaksi yang telah disepakati, maka agunannya adalah anak
perempuan yang masih bau kencur.
Masyarakat internasional telah lama menaruh perhatian terhadap permasalahan
perdagangan anak ini. PBB, misalnya, melalui konvensi tahun 1949 mengenai
penghapusan perdagangan manusia dan eksploitasi pelacuran oleh pihak lain,
konvensi tahun 1979 mengenai penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap
perempuan, dan konvensi tahun 1989 mengenai hak-hak anak. Berbagai organisasi
internasional seperti IOM, ILO, UNICEF, dan UNESCO memberikan perhatian khusus
pada masalah perdagangan anak, pekerja anak yang biasanya berada pada kondisi pekerjaan
eksploitatif, seksual komersial.
Salah satu faktor yang mendorong terjadinya trafiking adalah
faktor kemiskinan yang cenderung dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan
bisnis, di mana korban diperjualbelikan bagaikan barang yang tidak berharga
melalui tipu muslihat.
Jika ditinjau dari aspek hukum, sindikat seperti ini sudah masuk
area tindak pidana, perlakuan mereka orientasinya adalah bisnis, tanpa memikirkan
bahwa perempuan dan anak merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang perlu dilindungi
dan mempunyai harga diri sebagai pemangku hak dan kewajiban sebagaimana yang
diatur dalam UUD 1945 UU No. 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM).
Pemerintah Indonesia telah melahirkan Undang-Undang Perlindungan
Anak Nomor 23 Tahun 2002 dan telah meratifikasi Konvensi Hak Anak (Convention
on the Rights on the Child) melalui Keppres Nomor 36 Tahun1990 Lembaran
Negara Tahun 1990 Nomor 57. Dalam hal ini Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera
Utara telah selangkah lebih maju dengan membuat Peraturan Daerah (Perda) Nomor
6 Tahun 2004 tentang Penghapusan Perdagangan (Trafiking) Perempuan dan Anak.
Dari uraian tersebut di atas, Bahwa permasalahan ini dari sudut
aturan-aturan dan perundang-undangan, maka penulis juga akan mengaitkan masalah
perdagangan anak ini dengan kewajiban Indonesia sebagai negara peratifikasi
Konvensi Hak-Hak Anak (KHA), khususnya kewajiban dalam pasal 35 KHA yang
mewajibkan negara untuk mencegah penculikan, perdagangan, atau penyelundupan
anak untuk tujuan dan dalam bentuk apapun.
1.2
Pengertian Anak
Anak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa,
yang dalam dirinya juga melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya;
bahwa anak adalah tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita
perjuangan bangsa, memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus
yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan. Bahwa
agar setiap anak kelak mampu memikul tanggung jawab tersebut, maka ia perlu
mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara
optimal, baik fisik, mental maupun sosial, dan berakhlak mulia, sehingga perlu
dilakukan upaya perlindungan untuk mewujudkan kesejahteraan anak dengan
memberikan jaminan terhadap pemenuhan hak-haknya serta adanya perlakuan tanpa
diskriminasi.
Undang-undang
Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (selanjutnya disebut dengan UU
No. 23 Th 2002) merupakan peraturan khusus yang mengatur mengenai masalah anak.
Tujuan dari perlindungan anak sendiri disebutkan dalam Pasal 3 UU No. 23 Th
2002 : “Perlindungan anak bertujuan untuk menjamin
terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan
berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan,
serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, demi terwujudnya
anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia, dan sejahtera.”
Disebutkan juga dalam Pasal 4 UU No. 23 Tahun 2002 tentang hak dari anak
yang menyebutkan bahwa : “Setiap anak berhak untuk
dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan
harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan
diskriminasi.”
Perdagangan anak sendiri sebenarnya telah meluas dalam bentuk jaringan
kejahatan yang terorganisasi dan tidak terorganisasi, baik
bersifat antarnegara maupun dalam negeri, sehingga menjadi ancaman terhadap
masyarakat, bangsa, dan negara, serta terhadap norma-norma kehidupan yang dilandasi penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Lebih ironis lagi bahwa praktik perdagangan orang initernyata banyak
terjadi di Negara ini. Orang sebagai “obyek dagang” dalam transaksi ini yang
mayoritas adalah anak perempuan, sebenarnya bukan fenomena baru di negara ini.
Untuk menghitung jumlah pastinya seperti halnya sebuah fenomena puncak gunung
es, dimana yang kelihatan hanyalah sebagian kecil saja, akan tetapi jumlah yang
lebih besar banyak yang luput dari sorotan media maupun masyarakat pada
khususnya. Berbagai survei, penelitian, dan pengamatan menunjukkan kasus
perdagangan orang cenderung meningkat dan kian memprihatinkan.
Contoh nyata dari kasus perdagangan anak terjadi di Medan, yang kasus
posisinya adalah sebagai berikut :
“Tony (52), terdakwa kasus
perdagangan orang (trafficking), pada hari kamis tanggal 22 Feb 2007
akhirnya divonis 3 tahun 7 bulan potong masa tahanan oleh majelis Hakim
Pengadilan Negeri (PN) Medan. Tony dinyatakan bersalah melanggar Pasal 83 UU No
23 Th 2002 tentang Perlindungan Anak. Menjawab pertanyaan majelis hakim
pimpinan Ahmad Sharif, SH, Tony mengaku baru terlibat dalam masalah ini ketika
kurang lebih dua tahun lalu dikarenakan terlilit hutang. Dalam melakukan
aksinya, Tony bekerja sama dengan Sum, germo dari Batam yang hingga kini Sum
masih buron Selama tiga bulan, Tony sempat menjadi buron dan pada akhirnya
ditangkap oleh Polda Sumatera Utara. Seperti yang telah dilansir sebelumnya,
Kasus Tony, tersebut menjadi perhatian para pemerhati perlindungan anak. Sejak
kasus itu digelar, pusat perhatian LSM yang concern terhadap
perlindungan anak dan perempuan, para praktisi hukum, dan kalangan kampus,
tertuju ke persidangan itu. Tony ditangkap dan kemudian diadili berdasarkan
laporan Linda (15) yang dijanjikan oleh Tony lapangan pekerjaan sebagai baby
sitter. Akan tetapi kenyataannya ia malah dipekerjakan sebagai purel
diskotek di kawasan Jl. A Yani Medan. Majelis hakim membantah bahwa jatuhnya
putusan tersebut karena tekanan masyarakat. Tapi, kuatnya desakan dan gerakan
sejumlah LSM dan pemerhati anak-anak menjadi catatan tersendiri, baik bagi
jaksa maupun majelis. "Kami sangat menghormati aspirasi yang berkembang di
masyarakat. Tapi, kami independen dan tidak bisa diintervensi,"ujar Ahmad
Syarif, SH, salah seorang majelis hakim kepada koran ini kemarin. Jumlah kasus trafficking dari tahun ke tahun terus
meningkat di Sumatera Utara (Sumut). Praktik trafficking yang berkembang antara
lain perdagangan perempuan untuk kepentingan prostitusi dan
penculikan/penjualan bayi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mencatat pada
2004 jumlah kasus trafficking di Sumut sebanyak 81 kasus. Pada 2005 sebanyak
125 kasus. Setiap tahun jumlah kasus trafing meningkat hingga 2006 menjadi
sebanyak 153 kasus.” Dari contoh kasus diatas persoalan ini memang menimbulkan permasalahan yang
penanganannya memerlukan perhatian yang sangat serius.
TRADISI PENYIKSAAN DAN KEKERASAN KERAPAN SAPI
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Ketika kita mendengar kata Madura timbulah pertayaan
besar dan banyak orang-orang bertanya-tanya seperti pakah Madura ? Madura
memiliki kekayaan kesenian tradisional yang amat banyak, beragam dan amat
bernilai. Dalam menghadapi dunia global yang membawa pengaruh materalisme dan
pragmatisme, kehadiran kesenian tradisional dalam hidup bermasyarakat di Madura
sangat diperlukan, agar kita tidak terje bak pada moralitas asing yang
bertentangan dengan moralitas lokal ataujati din bangsa. Kita sebagai orang
asli Madura harus mengenal budaya Madura yang masih hidup, bahkan yang akan dan
telah punah. Pengenalan terhadap berbagai macam kebudayaan Madura tersebut akan
diharapkan mampu menggugah rasa kebangsaan kita akan kesenian daerah.
Madura dikenal sebagai wilayah yang tandus namun kaya
akan kebudayaan. Kekayaan budaya yang terdapat di Madura dibangun dari berbagai
unsur budaya baik dari pengaruh animisme, Hin duisme dan Islam. Perkawinan dari
ketiga unsur tersebut sangat dominant mewamai kebudayaan yang ada. Dalam
perkembangannya berbagai kesenian yang bemafaskan religius, terutama benuansa
Islami temyata lebih menonjol. Keanekaragaman dan berbagai bentuk seni budaya
tradisional yang ada di Madura menunjukkan betapa tinggi budaya yang dimiliki
oleh bangsa Indonesia.
Kekayaan seni tradisional yang berisi nilai-nilai
adiluhur yang berlandaskan nilai religius Islami seharusnya dilestarikan dan
diperkenalkan kepada generasi muda sebagai penerus warisan bangsa. Kesenian
tradisional adalah aset kekayaan budaya lokal yang akan mampu melindungi gene
rasi muda dari pengaruh negatif era globalisasi. Pengaruh budaya global yang
demikian gencar melalui media elektronik dan media cetak menye babkan generasi
muda kehilangan jati diri.
Dengan mengetahui kebudayaan lokal diharapkan generasi
muda mampu menggali potensi kekayaaan seni tradisional sekaligus
melestarikannya. Secara garis besar jenis-jenis kebudayaan tradisional Madura
dapat dibagi dalam empat kelom pok dan dari masing-masing kelompok tersebut
mempunyai tujuan maupun fungsi yang berbeda, adapun jenis-jenis kebudayaan
tradisional tersebut adalah seni tari, seni musik, upacara ritual dan seni
pertunjukan.
Semua tradisi yang dimiliki ini sampai sekarang masih
tetap eksis walaupun tidak seeksis pada jaman pendahulunya. Seperti yang
terdapat dalam seni pertunjukan salah satunya adalah “Kerapan Sapi”. Bagi
masyarakat Madura, karapan sapi bukan
sekadar sebuah pesta rakyat yang
perayaannya digelar setiap tahun.
Karapan sapi juga bukan hanya sebuah
tradisi yang dilaksanakan secara
turun-temurun dari satu generasi ke
generasi berikutnya. Karapan sapi adalah
sebuah prestise kebanggaan yang akan
mengangkat martabat di masyarakat. Kerapan
sapi adalah kebudayaan asli Madura yang kemudian menjadi icon utama pulau
Madura. Perlombaan memacu sapi atau Kerapan sapi
pertama kali diperkenalkan pada abad ke 13 (1561 M) pada masa pemerintahan
Pangeran Katandur di keraton Sumenep. Permainan dan perlombaan ini tidak jauh
dari kaitannya dengan kegiatan sehari-hari para petani, dalam arti permainan
ini memberikan motivasi kepada kewajiban petani terhadap sawah ladangnya dan
disamping itu agar petani meningkatkan produksi ternak sapinya.
Kerapan sapi memang telah menjadi identitas, trade
mark dan simbol keperkasaan dan kekayaan aset kebudayaan Madura, namun,
perlombaan kerapan sapi kini tidak seperti dulu lagi dan telah disalahgunakan
sehingga lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Masalahnya banyak di antara
para pemain dan penonton yang melupakan kewajibannya sebagai hamba Allah SWT,
yakni mereka tidak lagi mendirikan shalat (Lupa Tuhan, ingat sapi)..
Disisi lain sapi yang dipersiapkan untuk kerapan juga
medapatkan perlakuan istimewa dari sang pemilik, misalnya Tokang
obu itu juga bertugas untuk memijat, menginjak dan memandikan sapi setiap hari.
Tidak jarang sapi-sapi itu dimandikan sampai dua kali sehari. Pijat dan injak, katanya, dilakukan
agar otot-otot sapi tidak kaku dan aliran darahnya lancar. Setiap hari
sapi-sapi itu juga dikeluarkan dari kandang dijemur. Belum lagi jamu campuran
butir telur dengan parutan kunyit, jahe, temulawak, kunci, gula merah,
dan minuman bersoda yang diberikan dua kali seminggu.
Namun
segala kenikmatan itu harus dibayar sapi dengan siksaan selama berpacu.
Sapi-sapi itu berpacu dalam kesakitan, dan pantatnya berdarah. Cairan merah itu
meleleh akibat garukan paku sang joki yang ditancapkan pada gagang kayu seperti
parut. Tidak hanya itu. Mata, pantat yang luka, dan sekitar lubang anus si sapi
diolesi cuka, sambal, dan balsem. Selain
paku yang ditancapkan pada tongkat sepanjang sekitar 15 sentimeter itu,
bagian dalam ekor sapi diikat dengan kayu yang juga berpaku. Saat berlari, ekor
yang dipasangi kayu berpaku itu naik turun, dan menusuk kulit sekitar dubur
sapi. Sapi-sapi itu terlihat meronta, mengentak-entakkan kaki dan mendengus
berulang-ulang. Tidak heran jika setiap pasangan sapi karapan harus dipegang
oleh banyak orang agar tidak kalap dan lari sembarangan.
Pada
kondisi seperti itu, tidak jelas apakah setiap pasangan sapi karapan, berlari
karena kekuatan ototnya atau karena ingin lepas dari rasa sakit. Bisa jadi,
pasangan sapi akan diadu beberapa kali. Artinya, sapi-sapi tersebut akan
mendapatkan perlakuan menyakitkan berulang-ulang. Selain itu, tidak sedikit dari penonton yang
menjadikan perlombaan kerapan sapi sebagai arena pertaruhan judi. Maka
pantaskah budaya ini terus dilestarikan lagi, jika begini jadinya..??
Hal inilah yang kemudian menjadi kontroversi
dikalangan masyarakat terutama dikalangan para ulama Madura. Seperti yang telah
disampaikan oleh tokoh ulama Madura KH. Munif Sayuti bahwa penyiksaan yang
terjadi dalam tradisi kerapan sapi hukumnya haram dan perlu dihentikan. Sudah
jelas dalam hokum islam segala bentuk penyiksaan apapun dan terhadap hewan
sekalipun itu sangat penyimpang dari syari’at dan ajaran agama dan hukumnya
haram.
Hal ini juga kemudian menjadi perdebatan dikalangan
masyarakat Madura sendiri. Dan kalaupun kebudayaan ini harus tidak dilestarikan
itu bukan perkara mudah karena kebudayaan ini telah mengakar dalam masyarakat
Madura. Selain itu juga kerapan sapi merupakan icon utama pulau Madura dan
mampu memberikan sumbangsih yang sangat besar terhadap APBD. Akan tetapi disisi
lain dalam kerapan sapi banyak hal-hal negatif yang tidak seharusnya dilakukan
sehingga mengurangi bahkan merusak esensi, citra, dan makna yang terkandung
dalam seni pertunjukan kerapan sapi yang sebenarnya. Hal inilah yang kemudian
menjadi bahan kajian dalam konteks kajian kualitatif komunikasi.
1.2 Rumusan
Masalah
1.
Mengetahui sebab
terjadinya kontroversi penyiksaan dalam tradisi kerapan sapi
2.
Tujuan dan makna
dibalik penyiksaan dalam kerapan sapi
3.
Apakah
kekerasan dalam penyiksaan sapi bisa dihentikan
1.3 Tujuan
Penelitian
1.
Untuk mengetahui apa
sebab terjadinya kontroversi penyiksaan dalam tradisi kerapan sapi
2.
Untuk
mengetahui apa tujuan dan makna dibalik penyiksaan dalam kerapan sapi
3.
Untuk
mengetahui apakah penyiksaan dalam kerapan sapi bisa dihentikan
BAB
II
LANDASAN
TEORI
2.1
Kerangka Teori
Dalam
penelitian ini teori yang dipakai adalah teori Roland Barthes. Roland
Barthes adalah penerus pemikiran Ferdinand De Saussure. Dalam
teori semiotika ini mengungkapkan ada apa dibalik tanda/sign objek. Saussure
tertarik pada cara kompleks pembentukan kalimat dan cara bentuk-bentuk kalimat
menentukan makna, tetapi kurang tertarik pada kenyataan bahwa kalimat yang sama
bisa saja menyampaikan makna yang berbeda pada orang yang berbeda situasinya.
Roland
Barthes meneruskan pemikiran tersebut dengan menekankan interaksi antara teks
dengan pengalaman personal dan kultural penggunanya, interaksi antara konvensi
dalam teks dengan konvensi yang dialami dan diharapkan oleh penggunanya.
Gagasan Barthes ini dikenal dengan “Order Of Signification”, mencakup denotasi
(makna sebenarnya sesuai kamus) dan konotasi (makna ganda yang lahir dari
pengalaman kultural dan personal). Di sinilah titik perbedaan Saussure dan
Barthes meskipun Barthes tetap mempergunakan istilah signifier-signified yang
diusung Saussure. Gagasan
barthes yang dikenal dengan “ Order Of Signification “ seperti yang digambarkan
dalam bagan dibawah ini :
Barthes juga melihat aspek lain
dari penandaan yaitu “Mitos” yang menandai suatu masyarakat. “Mitos” menurut
Barthes terletak pada tingkat kedua penandaan, jadi setelah terbentuk sistem
sign-signifier-signified, tanda tersebut akan menjadi penanda baru yang
kemudian memiliki petanda kedua dan membentuk tanda baru. Jadi, ketika suatu
tanda yang memiliki makna konotasi kemudian berkembang menjadi makna denotasi,
maka makna denotasi tersebut akan menjadi mitos.
Misalnya: Pohon beringin yang
rindang dan lebat menimbulkan konotasi “keramat” karena dianggap sebagai hunian
para makhluk halus. Konotasi “keramat” ini kemudian berkembang menjadi asumsi
umum yang melekat pada simbol pohon beringin, sehingga pohon beringin yang
keramat bukan lagi menjadi sebuah konotasi tapi berubah menjadi denotasi pada
pemaknaan tingkat kedua. Pada tahap ini, “pohon beringin yang keramat” akhirnya
dianggap sebagai sebuah Mitos.
Seperti
halnya dengan yang terjadi dalam tradisi kerapan sapi. Kerapan sapi yang
awalnya hanya sebuah pesta rakyat yang dilaksanakan setelah musim panen dan
biasanya juga dilaksanakan setiap mau menjelang musim hujan. Hal inilah yang
menimbulkan makna konotasi dalam kerapan sapi. Namun kemudian makna konotasi
ini berkembang menjadi sebuah asumsi umum dalam masyarakat sehingga kemudian
kerapan sapi yang semula hanya sebuah pagelaran pesta rakyat bukan lagi menjadi
sebuah konotasi akan tetapi berubah
menjadi sebuah makna denotasi pada pemaknaan tingkatan kedua.
Dalam tahap ini kerapan sapi tidak hanya dianggat sebagai sebuah bentuk
pagelaran pesta rakyat akan tetapi berubah menjadi sebuah mitos yaitu “apabila
sudah musin kerapan sapi maka akan segera turun hujan”
Permainan
kerapan sapi jika dicermati secara mendalam mengandung nilai-nilai yang pada
gilirannya dapat dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai
itu adalah: kerja keras, kerja sama, persaingan, ketertiban dan sportivitas.
Nilai kerja
keras tercermin dalam proses pelatihan sapi, sehingga menjadi seekor sapi
pacuan yang mengagumkan (kuat dan tangkas). Untuk menjadikan seekor sapi
seperti itu tentunya diperlukan kesabaran, ketekunan dan kerja keras. Tanpa itu
mustahil seekor sapi aduan dapat menunjukkan kehebatannya di arena kerapan
sapi.
Nilai kerja
sama tercermin dalam proses permainan itu sendiri. Permainan kerapan sapi,
sebagaimana telah disinggung pada bagian atas, adalah suatu kegiatan yang
melibatkan berbagai pihak. Pihak-pihak itu satu dengan lainnya saling
membutuhkan. Untuk itu, diperlukan kerja sama sesuai dengan kedudukan dan
peranan masing-masing. Tanpa itu mustahil permainan kerapan sapi dapat
terselenggara dengan baik.
Nilai
persaingan tercermin dalam arena kerapan sapi. Persaingan menurut
Koentjaraningrat (2003: 187) adalah usaha-usaha yang bertujuan untuk melebihi
usaha orang lain dalam masyarakat. Dalam konteks ini para peserta permainan
kerapan sapi berusaha sedemikian rupa agar sapi aduannya dapat berlari cepat
dan mengalahkan sapi pacuan lawan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena
itu, masing-masing berusaha agar sapinya dapat melakukan hal itu
sebaik-baiknya. Jadi, antarpeserta bersaing dalam hal ini.
Nilai
ketertiban tercermin dalam proses permainan kerapan sapi itu sendiri. Permainan
apa saja, termasuk kerapan sapi, ketertiban selalu diperlukan. Ketertiban ini
tidak hanya ditunjukkan oleh para peserta, tetapi juga penonton yang mematuhi
peraturan-peraturan yang dibuat. Dengan sabar para peserta menunggu giliran
sapi-sapi pacuannya untuk diperlagakan. Sementara, penonton juga mematuhi
aturan-aturan yang berlaku. Mereka tidak membuat keonaran atau
perbuatan-perbuatan yang pada gilirannya dapat mengganggu atau menggagalkan
jalannya permainan.
Dan, nilai
sportivitas tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak berbuat
curang saat berlangsungnya permainan, tetapi juga mau menerima kekalahan dengan
lapang dada.
Selain
penanda dan petanda yang diulas diatas, ada juga penanda dan petanda yang dapat
dilihat langsung dari fisik kerapan sapi itu sendiri, yaitu dilihat dari bentuk
kokot sapi (kaki sapi) yang dibuat agak runcing dari sapi-sapi yang lain,
pangonong (alat yang mengapit sapi), kleles (tempat joki), dan “empa’tanduk
sapasang”(empat tanduk satu pasang).
Kokot dibuat
agak runcing dari sapi biasa itu memiliki makna “namen panggun ka tana” (nanam
pasti ke tanah). Karena masyarakat Madura mayoritas adalah petani yang memiliki
etos kerja yang sangat besar. Dan setiap tanaman itu pasti ditanam ketanah.
Pangonong
adalah alat yang mengapit sapi, terbuat dari bambu dan ada juga yang terbuat
dari kayu ukir. Alat ini dipasang agar sapi bisa berlari bersama. Hal ini
menandakan bahwa orang Madura juga memiliki nilai-nilai religius yang sangat
tinggi. Dan juga mencerminkan iman dan islam dimana dua komponen
tersebut juga harus berjalan bersama.
Kleles
adalah alat tempat joki berpijak/berdiri dan mengendalikan sapi. Alat ini
terbuat dari bambu untuk sapi kerap. Hal
ini memiliki arti bahwa setiap orang
harus memiliki pegangan dan pijakan dalam melangkah dan melakukan setiap
perbuatan. Pegangan dan pijakan orang Madura adalah Al-Qur’an dan Al-Hadist.
Empa’tanduk
sapasang memiliki arti setiap orang Madura harus memiliki tanduk (keahlian)
dalam bidang apa pun. Karena orang Madura terkenal memiliki semangat kerja yang
sangat tinggi dan semangat itu harus didukung dengan kemampuan.
Itulah
makna-makna yang dilahirkan dari penada-penanda yang ada dalam tradisi kerapan
sapi Madura.
BAB
III
METODOLOGI
3.1. Paradigma
Penelitian
Penelitian
dengan pendekatan fenomenologis berusaha untuk memahami makna dari berbagai
peristiwa dan interaksi manusia didalam situasinya yang khusus. Penelitian
dengan cara ini dimulai dengan sikap diam dan terbuka tanpa prasangka. Artinya
peneliti tidak menganggap dirinya mengetahui makna dari berbgai hal yang
terjadi dan ada pada orang-orang yang sedang dipelajarinya (Sutopo, 2002:25)
Paradigma
yamg di gunakan adalah Paradigma Konstruktivisme ini Memandang ilmu sosial
sebagai analisis sistematis terhadap socially meaningful action melalui
pengamatan langsung dan rinci terhadap pelaku sosial dalam setting keseharian
yang alamiah, agar mampu memahami dan menafsirkan bagaimana para pelaku sosial
yang bersangkutan menciptakan dan memelihara atau mengelola dunia sosial mereka.
3.2 Unit
Analisis
Dalam
pelaksanaan penelitian akan digunakan komunikator, pesan dan media sebagai unit
analisisnya.
3.3 Metode
Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian
ini adalah sebagai berikut :
a.
Penelitian dilakukan
dengan menggunakan metode observasi deskriptif analisis. (Peneliti melakukan
observasi dan menganalisa data sesuai dengan keadaan).
b.
Observasi dilakukan
berdasarkan pada pedoman observasi
c.
Pedoman observasi
disusun sebagai berikut :
-
Mengumpulkan data
dengan mencari semua data yang berkaitan dengan objek penelitian (kerapan sapi)
-
Melakukan identifikasi
terhadap visualisasi objek yang ada.
-
Mendeskripsikan makna-makna
dan tujuan dari visualisasi dari objek penelitian.
3.4.
Populasi dan Sampel
Dalam penelitian ini peneliti mengambil
populasi pada suku Madura, budaya madura dan tradisi Madura
Sampel yang di ambil adalah tradisi
kerapan sapi yang cenderung terjadi kekerasan pada sapi yang di jadikan objek
kerapan.
3.5.
Teknik Pengumpulan Data
a. Wawancara
dengan
wawancara merupaka suatu interaksi terhadap pemilik sapi yang mau di jadikan
kerapan. interaktif (percakapan), dan melalui pertanyaan dan jawaban yang
terbuka.walaupun pada awalnya peneliti sudah mempersiapkan daftar pertanyaan
yang telah dibuat, wawancara mengalir sesuai dengan respon atau jawaban
responden. Yang terpenting adalah dapat menggali semua data yang dicari.
(Creswell dalam Engkus Kuswarno)
b. Observasi
Pencarian data pada literatur yang
ada hubungannya dengan judul dan materi sebagai bahan penulisan.
3.4
Teknik Analisa Data
Data
yang sudah didapatkan dianalisis dengan system analisis semiotika. Sebagaimana
telah diungkapkan bahwa semiotika adalah ilmu yang mengkaji tentang tanda atau
system tanda dimana tanda terebut dapat berupa indeks, ikon, atau symbol.
Tanda-tanda tersebut bertujuan untuk mengkomunikasikan pesan-pesan tertentu
yang dibuat oleh komunikator kepada komunikan. Di dalam pertunjukan kerapan
sapi tanda-tanda tersebut hanya mempunyai kualitas visual saja.
Pendekatan
hubungan yang terjadi antara penanda (komunikator) dengan petanda (komunikan)
dapat terjadi melalui dua arti/makna yaitu :
a.
Makna Denotative
Makna yang muncul dari sebuah
gambar/bentuk sesuai dengan asli bentuk/gambar tersebut.
b.
Makna Konotatif
Makna yang muncul dari sebuah
gambar/bentuk bila gambar atau bentuk tersebut dilihat dari sedut pandang yang
berbeda.
Dalam
menganalisa objek kita dapat memfokuskan perhatian pada seatiap penanda yang
ada dalan objek tersebut baik itu dari penanda yang sifatnya diam atau kegiatan
visualisasi dari sapi dan orang mengiringi sebagai sebuah elemen tanda atau
signame, yaitu sebuah tanda dasar yang tidak dapat diturunkan lagi. Penanda
inilah yang kemudian akan banyak memberikan rangsangan (stimulus) dan menjadi
fokus penelitian baik yang realis maupun dekoratif yang dibuat untuk mewakili
bentuk-bentuk tertentu pula. Dalam bentuk ikon ini pesan, maksud, dan tujuan
dapat berarti secara luas dan dapat bersifat konotatif, tergantung dari
karakter dan kemampuan audiens dalam menerjemahkan kede-kode ikon dan gambar
yang ditampilkan. Hal ini berbeda jika disamping gambar/bentuk dan ikon yang
dimunculkan terdapaat teks yang mengandung pesan linguistic untuk mendukung
gambar atau visualisasi objek.
Daftar Pustaka
Effendy, Onong
Uchjana. Ilmu, Teori dan Filisafat Komunikasi. Cet. Ke-3. Citra Aditya
Bakti: Bandung. 2003
Wiyata, Konflik
Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura, Yogyakarta: LKiS, 2002
Komunikasi Virtual Vs Komunikasi Klasik. Refinasari.blogspot.com
http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/17/07092068/pantat.dipaku.mata.dan.dubur.diolesi.balsam
http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/17/07092068/pantat.dipaku.mata.dan.dubur.diolesi.balsam
http://www.youtube.com/watch?v=PVKcySwXD9U&feature=related
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
Games Ninja Saga merupakan game favorit bagi para gamers. Ninja Saga adalah salah satu permainan yang diciptakan dan sekaligus dimainkan d...
-
Berawal saat di organisasi saya mengadakan pengajian dan mendoakan saudara-saudara dan orang tua kita yang mendahului kita, dan kebetula...
-
Martabak Khas aros baya, jajanan yang satu ini mudah di dapat di sepanjang jalan aros baya, jajanan ini sangatlah murah meriah tentu tid...
-
TRADISI merupakan gambaran sikap dan perilaku manusia yang telah berproses dalam waktu lama dan dilaksanakan secara turun-temurun da...
-
Herbal kayu ular awalnya hanya digunakan sebagai obat malaria, meningkatkan setamina tubuh dan menghalau racun akibat gigitan ular. Ma...
-
Sape sonok berasal dari bahasa Madura yang berarti sapi yang mengangkat kakinya dan memasukkannya ke atas papan yang telah disediakan. Dal...







