SINGKONKEJU

Selasa, 23 Oktober 2012

ARTI WARNA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Warna sering mendominasi dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari sosok individu sampai sebuah negara. Misalnya bendera negara kita merah dan putih. Ini adalah suatu symbol warna yang mempunyai makna. Hal ini juga dijumpai pada simbol-simbol organisasi, perkumpulan dan bahkan individu.
Sebelum dibahas tentang makna masing-masing warna, maka warna dapat dikelompokkan sebagai berikut: warna-warna sejuk, warna-warna hangat dan warna-warna netral. Yang termasuk warna-warna sejuk antara lain biru, hijau, pirus dan perak. Warna-warna sejuk cenderung berpengaruh memberikan perasaan tenang bagi yang melihatnya. Meskipun digunakan sendiri, warna-warna ini bisa mempunyai rasa dingin atau impersonal. Yang termasuk warna hangat antara lain: merah, merah muda, kuning orange, warna ungu, dan emas. Warna hangat cenderung mempunyai suatu efek kegairahan bagi yang melihatnya. Bagaimanapun ketika warna ini digunakan sendiri dapat menstimulasi, membangitkan emosi kekerasan/kehebatan dan kemarahan.  Yang termasuk warna netral antara lain: coklat,  gading, kelabu, putih dan hitam..
1 Merah

Melambangkan kesan energi, kekuatan, hasrat, erotisme, keberanian, agresi, nafsu, kehangatan, simbol dari api, pencapaian tujuan, darah, resiko, ketenaran, cinta, perjuangan, perhatian, perang, bahaya, kecepatan, panas, kekerasan. Warna ini dapat menyampaikan kecenderungan untuk menampilkan gambar dan teks secara lebih besar dan dekat. warna merah dapat mengganggu apabila digunakan pada ukuran yang besar. Merah cocok untuk tema yang menunjukkan keberanian seseorang. energi misal mobil, kendaraan bermotor, olahraga dan permainan. Arti positif misalnya cinta, energi, kuasa, kekuatan,  panas, kehangatan, sedangkan arti negatif antara lain kemarahan, bahaya, peringatan, ketidaksabaran, penderitaan.
Jika warna merah menjadi favorit, maka orang itu termasuk tipe yang sangat berwibawa dan juga senang mengayomi teman yang lemah. Walau sering kali bergaul dan bercanda tapi orang ini bisa menahan diri. Orang ini termasuk tipe yang sulit jatuh cinta.
2. Putih

Menunjukkan kedamaian, permohonan maaf, pencapaian diri, spiritualitas, kedewaan, keperawanan atau kesucian, kesederhanaan, kesempurnaan, kebersihan, cahaya, tak bersalah, keamanan, persatuan. Warna putih sangat bagus untuk menampilkan atau menekankan warna lain serta memberi kesan  kesederhanaan dan kebersihan. Arti positifnya antara lain: kebaikan, keadaan tak bersalah, kemurnian, segar, gampang, bersih, sedangkan arti  negatifnya: musim dingin, dingin, jauh .
Jika Andamenyukai warna putih, makaAnda adalah orang yang dilahirkan ke dunia dengan sempurna, banyak orang mengagumi Anda karena sifat anggun, idealis dan moralis yang teramat tinggi. Tak pernah angkuh, senang menolong siapa saja yang membutuhkan bantuan Anda.
3. Hitam

Melambangkan perlindungan, pengusiran, sesuatu yang negatif, mengikat, kekuatan, formalitas, misteri, kekayaan, ketakutan, kejahatan, ketidak bahagiaan, perasaan yang dalam, kesedihan, kemarahan, sesuatu yang melanggar , harga diri, anti kemapanan, seksualitas, kecanggihan, kematian. Sangat tepat untuk menambahkan kesan  misteri. Latar belakang warna hitam dapat menampilkan perspektif dan kedalaman. Sangat bagus untuk menampilkan  karya seni atau fotografi karena membantu  penekanan pada warna-warna lain. Arti positif: perlindungan, dramatis, serius, bergaya/anggun, formalitas, sedangkan arti negatif: kerahasiaan, kematian, kejahatan/ malapetaka, kegaiban.
Jika Anda menyukai warna hitam, maka Anda termasuk tipe orang yang sangat lincah dalam hal-hal tertentu saja. Jika Anda berada di lingkungan yang tidak disukai, maka Anda akan menjadi murung. Anda selalu tampil menarik, rapi, cukup banyak lawan jenis berusaha mengejar dan merebut cinta Anda.
4. Biru
Memberikan kesan komunikasi, peruntungan yang baik, kebijakan, perlindungan, inspirasi spiritual/kepercayaan, konservatif, keamanan, teknologi, kebersihan, keteraturan, tenang, kelembutan, dinamis, air, laut, kreativitas, cinta, kedamaian, kepercayaan, loyalitas, kepandaian, panutan, kekuatan dari adlam, kesedihan, kestabilan, kepercayaan diri, kesadaran, pesan, ide, berbagi, idealisme, persahabatan dan harmoni, kasih sayang.
Warna ini memberi kesan tenang dan menekankan keinginan. Biru tidak meminta mata untuk memperhatikan. Obyek dan gambar biru pada dasarnya dapat menciptakan perasaan yang dingin dan tenang. Warna biru juga dapat menampilkan kekuatan teknologi, kebersihan, udara, air dan kedalaman laut. Selain itu, jika digabungkan dengan warna merah dan kuning dapat memberikan kesan kepercayaan dan kesehatan. Arti positif: keheningan, mencintai, kesetiaan, keamanan, percaya, intelligence, sedangkan arti negatif: kedinginan, ketakutan, kejantanan.
Jika Anda menyukai warna biru, maka Anda termasuk dalam tipe pemurung, selalu menyenangkan dan selalu bertindak pasif dalam segala hal. Mendambakan ketenangan dan ketentraman. Anda selalu mendapat kesulitan dalam pergaulan. Demikian pula dalam bercinta karena kamu pintar dalam  menyembunyikan perasaan.
5. Hijau

Menunjukkan warna bumi, penyembuhan fisik, kelimpahan, keajaiban, tanaman dan pohon, alami, sehat, keberuntungan, kesuburan, pertumbuhan, muda, kesuksesan materi, pembaharuan, daya tahan, keseimbangan, ketergantungan dan persahabatan. Dapat digunakan untuk relaksasi, menetralisir mata, memenangkan pikiran, merangsang kreatifitas. Arti positif: uang, pertumbuhan, kesuburan, kesegaran, healing, sedangkan arti negatif: iri hati, kecemburuan, kesalahan, kekacauan.
Jika warna kesukaan  Anda  hijau, maka Anda adalah tipe yang sangat romantik, menyukai keindahan, menyenangi alam dengan udara yang sejuk. Anda adalah seseorang yang selalu memegang prinsip. Dalam hal bercinta Anda  mengidam-idamkan calon teman hidup yang penuh toleransi dan dapat dipercaya.
6. Kuning

Merujuk pada matahari, ingatan, imajinasi logis, energi sosial, kerjasama, kebahagiaan, kegembiraan, kehangatan, loyalitas, tekanan mental, persepsi, pemahaman, kebijaksanaan, penghianatan, kecemburuan, penipuan, kelemahan, penakut, aksi, idealisme, optimisme, imajinasi, harapan, musim panas, filosofi, ketidak pastian, resah dan curiga.
Warna Kuning merangsang aktivitas mental dan menarik perhatian, Sangat efektif digunakan pada blogsite yang menekankan pada perasaan bahagia dan kekanakan. Arti  positif: terang/cerdas, energi, matahari, kreativitas, akal, bahagia, sedangkan arti negatif: penakut, tidak bertanggungjawab, tidak stabil.
Jika kesukaan Anda warna kuning menandakan bahwa Anda memiliki sifat optimis. Anda tipe periang dan senang bergaul, tidak memiliki penampilan yang loyo. Sifat tolong-menolong selalu ada dalam dirimu, karena menolong merupakan suatu kewajiban mutlak bagimu. Anda orang yang tidak pernah meremehkan siapapun juga, walaupun seseorang itu dungu atau bloon.
7. Merah Muda

Warna Merah Muda menunjukkan simbol kasih sayang dan cinta, persahabatan, feminin, kepercayaan, niat baik, pengobatan emosi, damai, perasaan yang halus, perasaan yang manis dan indah. Arti positif: sehat, bahagia, feminin, rasa kasihan, manis, suka melucu, sementara arti negatif: kelemahan, kewanitaan, ketidak dewasaan.
8. Ungu

Menunjukkan pengaruh, pandangan ketiga, kekuatan spiritual, pengetahuan yang tersembunyi, aspirasi yang tinggi, transformasi,  kebangsawanan, upacara, misteri, pencerahan, telepati, empati, arogan/keangkuhan, intuisi, kepercayaan yang dalam, ambisi, magic atau keajaiban, harga diri.
Jika warna ungu  menjadi warna favoritmu maka Anda adalah tipe yang benar-benar luar biasa. Dalam menghadapi masa depan Anda tidak pernah ragu-ragu. Apa yang dikerjakan Anda adalah yang terbaik. Anda pandai benar dalam mengikuti perkembangan zaman. Dalam bercinta, hanya merekalah yang kuat mental yang bisa mendekati dan menjadi kekasihmu.
9. Orange

Menunjukkan kehangatan, energy, keseimbangan, kehangatan, antusiasme, persahabatan, pencapaian bisnis, karier, kesuksesan, kesehatan pikiran, keadilan, daya tahan, kegembiraan, gerak cepat, sesuatu  yang tumbuh, ketertarikan, independensi. Pada blog dapat meningkatkan aktifitas mental. Disamping itu warna Orange memberi kesan yang kuat pada elemen yang dianggap penting. Arti positif: keberanian, kepercayaan, kehangatan/keramahan, keakraban, sukses, sedangkan arti negatif: ketidak-tahuan, melempem.
10. Coklat

Menunjukkan persahabatan, kejadian yang khusus, tanah/bumi, pemikiran yang materialis, reliabilitas, kedamaian, produktivitas, praktis, kerja keras, kepercayaan, daya tahan, kesenangan. Warna coklat sangat tidak menarik apabila digunakan tanpa tambahan gambar dan ornamen tertentu. Coklat harus didukung ornament lain agar menarik. Arti positif: ramah, bumi, keluar rumah, umur panjang, konservatif, sedangkan arti negatif: dogmatis, konservatif.
11. Abu-abu

Mencerminkan keamanan, kepandaian, tenang dan serius, kesederhanaan, kedewasaaan, konservatif, praktis, kesedihan, bosan, profesional, kualitas, diam, tenang, masa depan (millennium). Arti positif: keamanan, keandalan, kecerdasan/inteligen (intelek), padat, konservatif. Arti  negatif: muram, sedih, konservatif.
12. Emas

Mencerminkan kedudukan, kesehatan, keamanan, kegembiraan, kebijakan, arti, tujuan, pencarian kedalam hati, kekuatan mistis, ilmu pengetahuan, perasaan kagum, konsentrasi. Arti positif: kekayaan, kemakmuran, berharga, tradisional, sedangkan arti negatif: ketamakan, pemimpin.
13. Pirus
Arti positif: rohani, sembuh, perlindungan, sophisticated
Arti negatif: cemburu, kewanitaan
14. Perak
Arti positif: glamor, tinggi, anggun, sleek
Arti negatif: pengkhayal, tidak tulus
15. Tan ( wol halus yang masih putih)
Arti positif: ketergantungan, fleksibel, keriting, konservatif
Arti negatif: tumpul, membosankan, konservatif
16. Gading
Arti positif: ketenangan, kenyamanan, kebersihan/kesucian, hangat
Arti negatif: lemah, tidak stabil
sumber:
http://uripsantoso.wordpress.com/2011/10/21/arti-warna-dalam-kehidupan-sehari-hari/
    Read more >>

    Cara Buat Bintang Jatuh di Kursor

    Ayo bagi temen-temen yang suka otak-atik blog alias sering memperindah blog kalian. Ada tips menarik membuat efek bintang jatuh dari cursor di blog, animasi bintang jatuh adalah sebuah animasi kursor yang berupa bintang bertaburan yang jatuh dari cursor atau mouse ketika di gerakkan, hal ini sangat menarik untuk  di pasang di sebuah blog atau website karena animasi nya yang indah dan unik sehingga akan menarik visitor blog untuk betah tinggal lama-lama untuk membaca blog sobat.
    Silahkan di coba ya sobat........!!! heheheh

    Pemasangan Efek Bintang Jatuh Pada Cursor Di Blogger.

    1. Login di Blogger
    2. Pilih Desing > Aad Gedget > HTML / Javascript
    3. Masukkan kode di bawah ini ke kolom HTML / Javascript

    <script type='text/javascript'> 
    // <![CDATA[ 
    var colour="#52D8ED"; 
    var sparkles=100; 
    var x=ox=400; 
    var y=oy=300; 
    var swide=800; 
    var shigh=600; 
    var sleft=sdown=0; 
    var tiny=new Array(); 
    var star=new Array(); 
    var starv=new Array(); 
    var starx=new Array(); 
    var stary=new Array(); 
    var tinyx=new Array(); 
    var tinyy=new Array(); 
    var tinyv=new Array(); 
    window.onload=function() { if (document.getElementById) { 
    var i, rats, rlef, rdow; 
    for (var i=0; i<sparkles; i++) { 
    var rats=createDiv(3, 3); 
    rats.style.visibility="hidden"; 
    document.body.appendChild(tiny[i]=rats); 
    starv[i]=0; 
    tinyv[i]=0; 
    var rats=createDiv(5, 5); 
    rats.style.backgroundColor="transparent"; 
    rats.style.visibility="hidden"; 
    var rlef=createDiv(1, 5); 
    var rdow=createDiv(5, 1); 
    rats.appendChild(rlef); 
    rats.appendChild(rdow); 
    rlef.style.top="3px"; 
    rlef.style.left="0px"; 
    rdow.style.top="0px"; 
    rdow.style.left="3px"; 
    document.body.appendChild(star[i]=rats); 

    set_width(); 
    sparkle(); 
    }} 
    function sparkle() { 
    var c; 
    if (x!=ox || y!=oy) { 
    ox=x; 
    oy=y; 
    for (c=0; c<sparkles; c++) if (!starv[c]) { 
    star[c].style.left=(starx[c]=x)+"px"; 
    star[c].style.top=(stary[c]=y)+"px"; 
    star[c].style.clip="rect(0px, 5px, 5px, 0px)"; 
    star[c].style.visibility="visible"; 
    starv[c]=50; 
    break; 


    for (c=0; c<sparkles; c++) { 
    if (starv[c]) update_star(c); 
    if (tinyv[c]) update_tiny(c); 

    setTimeout("sparkle()", 40); 

    function update_star(i) { 
    if (--starv[i]==25) star[i].style.clip="rect(1px, 4px, 4px, 1px)"; 
    if (starv[i]) { 
    stary[i]+=1+Math.random()*3; 
    if (stary[i]<shigh+sdown) { 
    star[i].style.top=stary[i]+"px"; 
    starx[i]+=(i%5-2)/5; 
    star[i].style.left=starx[i]+"px"; 

    else { 
    star[i].style.visibility="hidden"; 
    starv[i]=0; 
    return; 


    else { 
    tinyv[i]=50; 
    tiny[i].style.top=(tinyy[i]=stary[i])+"px"; 
    tiny[i].style.left=(tinyx[i]=starx[i])+"px"; 
    tiny[i].style.width="2px"; 
    tiny[i].style.height="2px"; 
    star[i].style.visibility="hidden"; 
    tiny[i].style.visibility="visible" 


    function update_tiny(i) { 
    if (--tinyv[i]==25) { 
    tiny[i].style.width="1px"; 
    tiny[i].style.height="1px"; 

    if (tinyv[i]) { 
    tinyy[i]+=1+Math.random()*3; 
    if (tinyy[i]<shigh+sdown) { 
    tiny[i].style.top=tinyy[i]+"px"; 
    tinyx[i]+=(i%5-2)/5; 
    tiny[i].style.left=tinyx[i]+"px"; 

    else { 
    tiny[i].style.visibility="hidden"; 
    tinyv[i]=0; 
    return; 


    else tiny[i].style.visibility="hidden"; 

    document.onmousemove=mouse; 
    function mouse(e) { 
    set_scroll(); 
    y=(e)?e.pageY:event.y+sdown; 
    x=(e)?e.pageX:event.x+sleft; 

    function set_scroll() { 
    if (typeof(self.pageYOffset)=="number") { 
    sdown=self.pageYOffset; 
    sleft=self.pageXOffset; 

    else if (document.body.scrollTop || document.body.scrollLeft) { 
    sdown=document.body.scrollTop; 
    sleft=document.body.scrollLeft; 

    else if (document.documentElement && (document.documentElement.scrollTop || document.documentElement.scrollLeft)) { 
    sleft=document.documentElement.scrollLeft; 
    sdown=document.documentElement.scrollTop; 

    else { 
    sdown=0; 
    sleft=0; 


    window.onresize=set_width; 
    function set_width() { 
    if (typeof(self.innerWidth)=="number") { 
    swide=self.innerWidth; 
    shigh=self.innerHeight; 

    else if (document.documentElement && document.documentElement.clientWidth) { 
    swide=document.documentElement.clientWidth; 
    shigh=document.documentElement.clientHeight; 

    else if (document.body.clientWidth) { 
    swide=document.body.clientWidth; 
    shigh=document.body.clientHeight; 


    function createDiv(height, width) { 
    var div=document.createElement("div"); 
    div.style.position="absolute"; 
    div.style.height=height+"px"; 
    div.style.width=width+"px"; 
    div.style.overflow="hidden"; 
    div.style.backgroundColor=colour; 
    return (div); 

    // ]]> 
    </script>

    Cari kode yang berwarna merah di atas dan gantilah sesuaikan dengan kode warna yang inginkan sobat.
    Terakhir simpan dan efek bintang jatuh dari cursor sudah dapat di lihat.

    Sumber:
    http://bloggerpeer.blogspot.com/2011/11/animasi-bintang-jatuh-adalah-sebuah.html
    Read more >>

    Selasa, 16 Oktober 2012

    Cara Membuat Burung Twitter Berterbangan Di Blog



    Pengen mempercantik blok kalian g ? neh aku ada tips buat mempercantik blog kalian....hehehehe aku dapet dari.......
    Sebuah Artikel yang saya kutip dari berbagai sumber, Artikel ini berisi tentang bagai mana cara Membuat 
    BURUNG TWITTER berterbangan di blog kita... 
    ini sangat berdampak positif buat blog kita, karena kalo kita klik burung nya ia akan langsung masuk ke alamat Twitt kamu, dan yang baik nya, ia akan follow twitt kamu hasil nya twitt kamu banyak yang follow dan makin tambah eksis di twitt,, Selain itu, burung-burung atau Icon Burung twitternya juga bagus dan lucu dan imut loe.... itu akan menghiasi blog kita supaya lebih menarik dan lebih bagus untuk di lihat......

    Bagaimana seandainya twitter kita yg terbang ? maksudnya, bukan twitternya tapi icon nya yang berupa burung tadi berterbangan di blog kita ? kelihatannya akan menarik dan lucu hehehehe,,,,,,,,,, Burungku berterbangan hehehehhehehe.... Eh inget bukan burung yang lain ya....tapi burung yang ada di blog kita loe..... Burung yang menjadi icon twitter ini yang akan ada link yang menuju profil twitter ini akan berterbangan di blog kita, sehingga akan menarik pengunjung blog.

    CARA MEMBUAT BURUNG TWITTER BERTERBANGAN DI BLOG.

    1. Login ke blogger.
    2. Pilih rancangan, kemudian tambah gadget.
    3. Pilih HTML / Java Script.
    4. Masukkan kode HTML berikut ini :


    <script type="text/javascript" src="https://sites.google.com/site/exeloph/file/Twitterbang.js"></script>
    <script type="text/javascript">
    var birdSprite="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuc4YPeu7xGL-Ixiabxtkk4jRgNJ_8hzncVK_qU038ABpo3GY1cMToZ5e5S2Yg7_FopWaAHhfowcCLSqX9n3L0svsshl51PS6VXX-EjnJzjnNk-BJDHGBPJKrHkleSgE_tAb5C1rWF5Ls/"; var targetElems=new Array("img","hr","table","td","div","input","textarea","button","select","ul","ol","li","h1","h2","h3","h4","p","code","object","a","b","strong","span"); var twitterAccount = "https://twitter.com/#!/M45_484Y";var tweetThisText = "Twitter -M45_484Y http://singkonkeju.blogspot.com/";tripleflapInit();</script>


    5. Ganti link yang warna merah dengan URL blog kamu dan username twitter
    6. Simpan jika sudah selesai.

    Untuk membuat warna burung twitter yang lain sobat bisa mengganti kode yang berwarna merah diatas dengan kode-kode dibawah ini sesuai dengan warna pilihan yang sobat inginkan.

    Warna Kuning
    • https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQpt0_AteAkGzk3rBE0EOJVNstvClt2W3ldMGy1WdIGw88IAfUYyZm-pECO2capzwaLyg1p05imM8USyZp3-oR8OrzPBUHaKUx68Ue7q8-7f6fRKzPWtHpqZOX79O3DgEYYS48_xQghHU/s1600/yellow+bird.png
    Warna Hitam
    • https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2IwNc_EPqB673OlypUKTDfqHGJ0SHcvMZ9cLEq2EIg7-tBbcle5RGmTns3AtpsSIiEOyN0Tk_h3mWiOAoGi_pI_ZCGW3uHaWCetKJSU4gNdogVa4LSMZbXGV1aNkUhzqlOZ7lAxhZVeM/s1600/black+bird.png
    Warna Biru
    • https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxeGLxgUmUB43aaIFjZP3-qjf8jcxJy0_e3WVkVEqsr2_bYv6oPM1bGZ_FeFXRiLuE6KpX-ecCANOgUo0wo2M2vWLPfYRMBDUv4TuvX5WiiEDhDXgqLJ_de3mtJae-hC6wqwC1Wqey-sI/s1600/Blue+bird.png
    Warna Coklat
    • https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNFLvKXtMyeuLh9Op4hDqi2XTwslNI2m8teMD6KUo4IsHtv-AL3sN3-zJwDPy3QUGOz05HYxE5exzm6shACHai_aRNPX7v4XUGLh4jdCUH6X9gJ0dSDMgh1qgrh7nvaZZ4j-J3iI395M0/s1600/brown+bird.png
    Warna Hijau
    • https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOBFACEgL7Z52PSBsnwKGdovJOI8Db6FvNmAG_k4aNXCMRg-Z9qOJXWc5-QLDQUG8cQf17c6_uWYUhWd5RsDm8MDfcpaU4JgGK3RHcTOECrvNxwftVdZzp3Q802KLkJ3YINdC6crSqai0/s1600/Green+bird.png
    Warna Ungu
    • https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOnkKucmgsJ4JyT-6mk03rypfTKi11biGebBoQMpvivv647WfSm8GsNPp6wlcgntRjdq2CXyBJElz894mPhlNGcsZBzrZIzcYBgXNlORQUlZ79z-97eQijAvWyTrtjBuQXeQWBPW1wlQA/s1600/purple+bird.png
    Warna Putih
    • https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqRfPlM8veFWbiCSdtenJEQwvNjwOajX9ovh5A5DYmNwfrl_iyT6MYVztKSXgI6S3mGqySj7K1BKcPYTfYdDHWMEyU0ZC8xC_rJbQ5GXg6ijCHmeNoWMKx6jt7SCcKv_whY_kekhTREi0/s1600/white+bird.png
    Warna Merah
    • https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3kXFecvT8My8JaxinM03s88y6jGhngZMGRz5CXegIazayML4PwfD1Y90ZwTR2HMIC9zHOp9jLrtzndtHzkCInONosyhKysEY0k7F7j7yGOs5-hrVEX2aWJ6t6zaQ2es_DPReOK76pCoE/s1600/red+bird.png




    Sumber: http://bloggerpeer.blogspot.com



    Read more >>

    Sabtu, 13 Oktober 2012

    MOTIVASI

    Kata motivasi semakin sering digunakan akhir-akhir ini. Baik itu di buku-buku populer, seminar-seminar atau lainnya, terutama dalam hal yang menyangkut pengembangan diri. Apa sebenarnya motivasi itu, dari mana dan kenapa perlu motivasi terutama dalam pengembangan diri? Bila anda mempunyai keinginan, maka anda perlu motivasi untuk memanifestasi keinginan tersebut. Hanya dengan afirmasi atau niat, tanpa motivasi, belum cukup untuk mewujudkannya.“Saya bermotivasi tinggi untuk memperbaiki diri sendiri” sebuah contoh kalimat yang digunakan untuk menaikkan motivasi pada diri kita sendiri, untuk sesuatu yang kita inginkan.Jadi apa sebenarnya motivasi itu?
    Motivasi adalah daya pendorong dari keinginan kita agar terwujud. Motivasi adalah sebuah energi pendorong yang berasal dari dalam kita sendiri.
    Motivasi adalah daya pendorong dari keinginan kita agar terwujud. Energi pendorong dari dalam agar apapun yang kita inginkan dapat terwujud. Motivasi erat sekali hubungannya dengan keinginan dan ambisi, bila salah satunya tidak ada, motivasi pun tidak akan timbul.

    Banyak dari kita yang mempunyai keinginan dan ambisi besar, tapi kurang mempunyai inisiatif dan kemauan untuk mengambil langkah untuk mencapainya. Ini menunjukkan kurangnya enrgi pendorong dari dalam diri kita sendiri atau kurang motivasi.

    Motivasi akan menguatkan ambisi, meningkatkan inisiatif dan akan membantu dalam mengarahkan energi kita untuk mencapai apa yang kita inginkan. Dengan motivasi yang benar kita akan semakin mendekati keinginan kita.
    Biasanya motivasi akan besar, bila orang tersebut mempunyai visi jelas dari apa yang diinginkan. Ia mempunyai gambaran mental yang jelas dari kondisi yang diinginkan dan mempunyai keinginan besar untuk mencapainya. Motivasilah yang akan membuat dirinya melangkah maju dan mengambil langkah selanjutnya untuk merealisasikan apa yang diinginkannya.
    Lakukan apapun dalam pengembangan diri anda dengan motivasi, baik itu karir, hubungan, spiritual, pekerjaan, menulis, memasak, membeli rumah, mendapatkan pacar, mengajar anak atau apapun. Motivasi ini akan ada, bila ada visi yang jelas dari apa yang anda akan lakukan, mengetahui apa yang akan anda lakukan dan percaya akan kekuatan yang ada pada anda sendiri. Ia akan merupakan kunci sukses dari apapun yang anda lakukan.
    Untuk termotivasi, ketahui terlebih dahulu apa yang anda inginkan selanjutnya anda harus dapat meningkatkan energi keinginan itu dan siap untuk melakukan apa saja agar keinginan dapat tercapai.
    Motivasi berkaitan erat dengan tercapainya sesuatu keinginan. Sering kita gagal mencapai apa yang kita lakukan, misalnya berhenti minum kopi, merokok dan lainnya karena motivasinya kurang.
    Apakah hubungannya motivasi dengan emosi?Sangat erat hubungannya. Keduanya diperlukan untuk proses tercapainya suatu keinginan. Disiplin adalah hal yang perlu agar keinginan tercapai.Untuk tetap disiplin, motivasi yang tinggi akan sangat membantu.
    Dalam kehidupan kita, kita sering meniatkan untuk melakukan pengembangan atau merubah kondisi yang kita miliki, tapi sering tidak dilakukan dan berhenti hanya sebagai niat saja. Kenapa berhenti? Itu terjadi karena kurangnya motivasi, antusiasme, keinginan, determinasi, kemauan dan disiplin.
    Contoh motivasi :
    Dulu saya ingin sekali membeli kamera digital merek CANON EOS 350D. kenapa saya ingin sekali kamera tersebut? Karena saya anggap kamera tersebut memiliki fitur yang cukup canggih di kelasnya. Selain harganya yang tidak terlalu mahal saat ini, kamera tersebut sudah bisa di bilang bagus untuk ukuran pemula. Maksud saya membeli kamera tersebut untuk hunting foto bersama teman-teman fotograp saya. Selain itu juga kamera tersebut saya gunakan untuk mencari penghasilan tambahan. Saya memang tidak punya uang banyak untuk langsung membelinya karena harganya yang cukap mahal buat ukuran mahasiswa seperti saya ini. Berbagai cara saya lakukan untuk mengumpulkan uang hanya semata-mata ingin membeli kamera yang saya inginkan tersebut. Saya termotivasi membeli kamera itu karena masukan teman saya akan keistimewaan yang dimiliki oleh EOS 350D tersebut. Rasa ingin tahu saya cukup besar untuk ingin mengetahui ada apa saja keistimewaan yang dimiliki kamera tersebut seperti yang teman saya paparkan. Cukup lama saya mendapatkan kamera tersebut, salah satunya karena factor keuangan yang saya miliki. Saya mengumpulkan uang dari sisa uang belanja saya perbulan, dan alhamdulilah saya bisa memiliki kamera tersebut. Semua itu berkat saya memiliki motivasi dalam mencapai apa yang saya inginkan.
    Read more >>

    PERDAGANGAN PEREMPUAN DAN ANAK (TRAFIKING) MENURUT ATURAN-ATURAN HUKUM INTERNASIONAL

    BAB I
    PENDAHULUAN 
    1.1  Latar Belakang

    Perdagangan perempuan dan anak (trafiking) telah lama terjadi di muka bumi ini dan merupakan tindakan yang bertentangan dengan harkat dan martabat manusia. Ini merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia.
    Di masa lalu, perdagangan anak dan perempuan hanya dipandang sebagai pemindahan secara paksa ke luar negeri untuk tujuan prostitusi. jumlah konvensi terdahulu mengenai perdagangan hanya memfokuskan aspek ini. Namun seiring dengan perkembangan zaman, perdagangan didefinisikan sebagai pemindahan, khususnya perempuan dan anak dengan
    atau tanpa persetujuan orang yang bersangkutan di dalam suatu negara atau ke luar negeri untuk semua perburuhan yang eksploitatif, tidak hanya prostitusi.
    Trafiking merupakan salah satu masalah yang perlu penanganan mendesak seluruh komponen bangsa. Hal tersebut perlu, sebab erat terkait dengan citra bangsa Indonesia di mata internasional. Apalagi, data Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menunjukkan bahwa Indonesia berada di urutan ketiga sebagai pemasok perdagangan perempuan dan anak. Suatu tantangan bagi Indonesia untuk menyelamatkan anak bangsa dari keterpurukan.
    Memang disadari bahwa penanganan trafiking tidaklah mudah, karena kasus pengiriman manusia secara ilegal ke luar negeri sudah terjadi sejak bertahun-tahun lamanya tanpa adanya suatu perubahan perbaikan. Sebagaimana yang dilaporkan Pemerintahan Malaysia, bahwa 4.268 pekerja seks berasal dari Indonesia. Demikian juga dengan wilayah perbatasan negara Malaysia dan Singapura. Data menunjukkan sebanyak 4.300 perempuan dan anak yang dipekerjakan sebagai pekerja seks (Kompas, 10 Mei 2001) di wilayah tersebut. Kemudian di akhir tahun 2004 muncul lagi kasus yang sama, bahkan meningkat mencapai angka 300.000.1
    Trafiking merupakan salah satu jalur terjadinya perdagangan orang yang korbannya rata-rata berada di bawah garis kemiskinan, khususnya perempuan dan anak. Apalagi, hingga saat ini posisi perempuan masih termarjinalisasi, tersubordinasi yang secara langsung dan tidak langsung akan mempengaruhi kondisi perempuan.
    Situasi semacam ini merupakan santapan sindikat perdagangan perempuan dan anak yang sudah terorganisir untuk melakukan perekrutan. Bahkan nyaris jauh dari jangkauan hukum, karena sindikatnya diawali dengan transaksi utang-piutang antara pemasok tenaga kerja ilegal dengan korban yang mempunyai bayi atau anak perempuan yang masih perawan, sehingga jika korban tidak mampu untuk menyelesaikan transaksi yang telah disepakati, maka agunannya adalah anak perempuan yang masih bau kencur.
    Masyarakat internasional telah lama menaruh perhatian terhadap permasalahan perdagangan anak ini. PBB, misalnya, melalui konvensi tahun 1949 mengenai penghapusan perdagangan manusia dan eksploitasi pelacuran oleh pihak lain, konvensi tahun 1979 mengenai penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan, dan konvensi tahun 1989 mengenai hak-hak anak. Berbagai organisasi internasional seperti IOM, ILO, UNICEF, dan UNESCO memberikan perhatian khusus pada masalah perdagangan anak, pekerja anak yang biasanya berada pada kondisi pekerjaan eksploitatif, seksual komersial.
    Salah satu faktor yang mendorong terjadinya trafiking adalah faktor kemiskinan yang cenderung dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan bisnis, di mana korban diperjualbelikan bagaikan barang yang tidak berharga melalui tipu muslihat.
    Jika ditinjau dari aspek hukum, sindikat seperti ini sudah masuk area tindak pidana, perlakuan mereka orientasinya adalah bisnis, tanpa memikirkan bahwa perempuan dan anak merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang perlu dilindungi dan mempunyai harga diri sebagai pemangku hak dan kewajiban sebagaimana yang diatur dalam UUD 1945 UU No. 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM).
    Pemerintah Indonesia telah melahirkan Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 dan telah meratifikasi Konvensi Hak Anak (Convention on the Rights on the Child) melalui Keppres Nomor 36 Tahun1990 Lembaran Negara Tahun 1990 Nomor 57. Dalam hal ini Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara telah selangkah lebih maju dengan membuat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2004 tentang Penghapusan Perdagangan (Trafiking) Perempuan dan Anak.
    Dari uraian tersebut di atas, Bahwa permasalahan ini dari sudut aturan-aturan dan perundang-undangan, maka penulis juga akan mengaitkan masalah perdagangan anak ini dengan kewajiban Indonesia sebagai negara peratifikasi Konvensi Hak-Hak Anak (KHA), khususnya kewajiban dalam pasal 35 KHA yang mewajibkan negara untuk mencegah penculikan, perdagangan, atau penyelundupan anak untuk tujuan dan dalam bentuk apapun.

    1.2  Pengertian Anak
    Anak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang dalam dirinya juga melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya; bahwa anak adalah tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa, memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan. Bahwa agar setiap anak kelak mampu memikul tanggung jawab tersebut, maka ia perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, mental maupun sosial, dan berakhlak mulia, sehingga perlu dilakukan upaya perlindungan untuk mewujudkan kesejahteraan anak dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hak-haknya serta adanya perlakuan tanpa diskriminasi.
    Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (selanjutnya disebut dengan UU No. 23 Th 2002) merupakan peraturan khusus yang mengatur mengenai masalah anak. Tujuan dari perlindungan anak sendiri disebutkan dalam Pasal 3 UU No. 23 Th 2002 : “Perlindungan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia, dan sejahtera.”
    Disebutkan juga dalam Pasal 4 UU No. 23 Tahun 2002 tentang hak dari anak yang menyebutkan bahwa : “Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.”
    Perdagangan anak sendiri sebenarnya telah meluas dalam bentuk jaringan kejahatan yang terorganisasi dan tidak terorganisasi, baik bersifat antarnegara maupun dalam negeri, sehingga menjadi ancaman terhadap masyarakat, bangsa, dan negara, serta terhadap norma-norma kehidupan yang dilandasi penghormatan terhadap hak asasi manusia.
    Lebih ironis lagi bahwa praktik perdagangan orang initernyata banyak terjadi di Negara ini. Orang sebagai “obyek dagang” dalam transaksi ini yang mayoritas adalah anak perempuan, sebenarnya bukan fenomena baru di negara ini. Untuk menghitung jumlah pastinya seperti halnya sebuah fenomena puncak gunung es, dimana yang kelihatan hanyalah sebagian kecil saja, akan tetapi jumlah yang lebih besar banyak yang luput dari sorotan media maupun masyarakat pada khususnya. Berbagai survei, penelitian, dan pengamatan menunjukkan kasus perdagangan orang cenderung meningkat dan kian memprihatinkan.
    Contoh nyata dari kasus perdagangan anak terjadi di Medan, yang kasus posisinya adalah sebagai berikut :
    “Tony (52), terdakwa kasus perdagangan orang (trafficking), pada hari kamis tanggal 22 Feb 2007 akhirnya divonis 3 tahun 7 bulan potong masa tahanan oleh majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan. Tony dinyatakan bersalah melanggar Pasal 83 UU No 23 Th 2002 tentang Perlindungan Anak. Menjawab pertanyaan majelis hakim pimpinan Ahmad Sharif, SH, Tony mengaku baru terlibat dalam masalah ini ketika kurang lebih dua tahun lalu dikarenakan terlilit hutang. Dalam melakukan aksinya, Tony bekerja sama dengan Sum, germo dari Batam yang hingga kini Sum masih buron Selama tiga bulan, Tony sempat menjadi buron dan pada akhirnya ditangkap oleh Polda Sumatera Utara. Seperti yang telah dilansir sebelumnya, Kasus Tony, tersebut menjadi perhatian para pemerhati perlindungan anak. Sejak kasus itu digelar, pusat perhatian LSM yang concern terhadap perlindungan anak dan perempuan, para praktisi hukum, dan kalangan kampus, tertuju ke persidangan itu. Tony ditangkap dan kemudian diadili berdasarkan laporan Linda (15) yang dijanjikan oleh Tony lapangan pekerjaan sebagai baby sitter. Akan tetapi kenyataannya ia malah dipekerjakan sebagai purel diskotek di kawasan Jl. A Yani Medan. Majelis hakim membantah bahwa jatuhnya putusan tersebut karena tekanan masyarakat. Tapi, kuatnya desakan dan gerakan sejumlah LSM dan pemerhati anak-anak menjadi catatan tersendiri, baik bagi jaksa maupun majelis. "Kami sangat menghormati aspirasi yang berkembang di masyarakat. Tapi, kami independen dan tidak bisa diintervensi,"ujar Ahmad Syarif, SH, salah seorang majelis hakim kepada koran ini kemarin. Jumlah kasus trafficking dari tahun ke tahun terus meningkat di Sumatera Utara (Sumut). Praktik trafficking yang berkembang antara lain perdagangan perempuan untuk kepentingan prostitusi dan penculikan/penjualan bayi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mencatat pada 2004 jumlah kasus trafficking di Sumut sebanyak 81 kasus. Pada 2005 sebanyak 125 kasus. Setiap tahun jumlah kasus trafing meningkat hingga 2006 menjadi sebanyak 153 kasus.” Dari contoh kasus diatas persoalan ini memang menimbulkan permasalahan yang penanganannya memerlukan perhatian yang sangat serius.
    Read more >>

    TRADISI PENYIKSAAN DAN KEKERASAN KERAPAN SAPI

    BAB I
    PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang
    Ketika kita mendengar kata Madura timbulah pertayaan besar dan banyak orang-orang bertanya-tanya seperti pakah Madura ? Madura memiliki kekayaan kesenian tradisional yang amat banyak, beragam dan amat bernilai. Dalam menghadapi dunia global yang membawa pengaruh materalisme dan pragmatisme, kehadiran kesenian tradisional dalam hidup bermasyarakat di Madura sangat diperlukan, agar kita tidak terje bak pada moralitas asing yang bertentangan dengan moralitas lokal ataujati din bangsa. Kita sebagai orang asli Madura harus mengenal budaya Madura yang masih hidup, bahkan yang akan dan telah punah. Pengenalan terhadap berbagai macam kebudayaan Madura tersebut akan diharapkan mampu menggugah rasa kebangsaan kita akan kesenian daerah.
    Madura dikenal sebagai wilayah yang tandus namun kaya akan kebudayaan. Kekayaan budaya yang terdapat di Madura dibangun dari berbagai unsur budaya baik dari pengaruh animisme, Hin duisme dan Islam. Perkawinan dari ketiga unsur tersebut sangat dominant mewamai kebudayaan yang ada. Dalam perkembangannya berbagai kesenian yang bemafaskan religius, terutama benuansa Islami temyata lebih menonjol. Keanekaragaman dan berbagai bentuk seni budaya tradisional yang ada di Madura menunjukkan betapa tinggi budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.
    Kekayaan seni tradisional yang berisi nilai-nilai adiluhur yang berlandaskan nilai religius Islami seharusnya dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi muda sebagai penerus warisan bangsa. Kesenian tradisional adalah aset kekayaan budaya lokal yang akan mampu melindungi gene rasi muda dari pengaruh negatif era globalisasi. Pengaruh budaya global yang demikian gencar melalui media elektronik dan media cetak menye babkan generasi muda kehilangan jati diri.
    Dengan mengetahui kebudayaan lokal diharapkan generasi muda mampu menggali potensi kekayaaan seni tradisional sekaligus melestarikannya. Secara garis besar jenis-jenis kebudayaan tradisional Madura dapat dibagi dalam empat kelom pok dan dari masing-masing kelompok tersebut mempunyai tujuan maupun fungsi yang berbeda, adapun jenis-jenis kebudayaan tradisional tersebut adalah seni tari, seni musik, upacara ritual dan seni pertunjukan.
    Semua tradisi yang dimiliki ini sampai sekarang masih tetap eksis walaupun tidak seeksis pada jaman pendahulunya. Seperti yang terdapat dalam seni pertunjukan salah satunya adalah “Kerapan Sapi”. Bagi masyarakat Madura, karapan sapi  bukan sekadar sebuah pesta rakyat  yang perayaannya digelar setiap  tahun. Karapan sapi juga bukan hanya  sebuah tradisi yang dilaksanakan  secara turun-temurun dari satu generasi  ke generasi berikutnya. Karapan  sapi adalah sebuah prestise kebanggaan  yang akan mengangkat martabat  di masyarakat. Kerapan sapi adalah kebudayaan asli Madura yang kemudian menjadi icon utama pulau Madura. Perlombaan memacu sapi atau Kerapan sapi pertama kali diperkenalkan pada abad ke 13 (1561 M) pada masa pemerintahan Pangeran Katandur di keraton Sumenep. Permainan dan perlombaan ini tidak jauh dari kaitannya dengan kegiatan sehari-hari para petani, dalam arti permainan ini memberikan motivasi kepada kewajiban petani terhadap sawah ladangnya dan disamping itu agar petani meningkatkan produksi ternak sapinya.
    Kerapan sapi memang telah menjadi identitas, trade mark dan simbol keperkasaan dan kekayaan aset kebudayaan Madura, namun, perlombaan kerapan sapi kini tidak seperti dulu lagi dan telah disalahgunakan sehingga lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Masalahnya banyak di antara para pemain dan penonton yang melupakan kewajibannya sebagai hamba Allah SWT, yakni mereka tidak lagi mendirikan shalat (Lupa Tuhan, ingat sapi)..
    Disisi lain sapi yang dipersiapkan untuk kerapan juga medapatkan perlakuan istimewa dari sang pemilik, misalnya Tokang obu itu juga bertugas untuk memijat, menginjak dan memandikan sapi setiap hari. Tidak jarang sapi-sapi itu dimandikan sampai dua kali sehari. Pijat dan injak, katanya, dilakukan agar otot-otot sapi tidak kaku dan aliran darahnya lancar. Setiap hari sapi-sapi itu juga dikeluarkan dari kandang dijemur. Belum lagi jamu campuran butir telur dengan  parutan kunyit, jahe, temulawak, kunci, gula merah, dan minuman bersoda yang diberikan dua kali seminggu.
    Namun segala kenikmatan itu harus dibayar sapi dengan siksaan selama berpacu. Sapi-sapi itu berpacu dalam kesakitan, dan pantatnya berdarah. Cairan merah itu meleleh akibat garukan paku sang joki yang ditancapkan pada gagang kayu seperti parut. Tidak hanya itu. Mata, pantat yang luka, dan sekitar lubang anus si sapi diolesi cuka, sambal, dan balsem. Selain paku yang ditancapkan pada  tongkat sepanjang sekitar 15 sentimeter itu, bagian dalam ekor sapi diikat dengan kayu yang juga berpaku. Saat berlari, ekor yang dipasangi kayu berpaku itu naik turun, dan menusuk kulit sekitar dubur sapi. Sapi-sapi itu terlihat meronta, mengentak-entakkan kaki dan mendengus berulang-ulang. Tidak heran jika setiap pasangan sapi karapan harus dipegang oleh banyak orang agar tidak kalap dan lari sembarangan.
    Pada kondisi seperti itu, tidak jelas apakah setiap pasangan sapi karapan, berlari karena kekuatan ototnya atau karena ingin lepas dari rasa sakit. Bisa jadi, pasangan sapi akan diadu beberapa kali. Artinya, sapi-sapi tersebut akan mendapatkan perlakuan menyakitkan berulang-ulang. Selain itu, tidak sedikit dari penonton yang menjadikan perlombaan kerapan sapi sebagai arena pertaruhan judi. Maka pantaskah budaya ini terus dilestarikan lagi, jika begini jadinya..??
    Hal inilah yang kemudian menjadi kontroversi dikalangan masyarakat terutama dikalangan para ulama Madura. Seperti yang telah disampaikan oleh tokoh ulama Madura KH. Munif Sayuti bahwa penyiksaan yang terjadi dalam tradisi kerapan sapi hukumnya haram dan perlu dihentikan. Sudah jelas dalam hokum islam segala bentuk penyiksaan apapun dan terhadap hewan sekalipun itu sangat penyimpang dari syari’at dan ajaran agama dan hukumnya haram.
    Hal ini juga kemudian menjadi perdebatan dikalangan masyarakat Madura sendiri. Dan kalaupun kebudayaan ini harus tidak dilestarikan itu bukan perkara mudah karena kebudayaan ini telah mengakar dalam masyarakat Madura. Selain itu juga kerapan sapi merupakan icon utama pulau Madura dan mampu memberikan sumbangsih yang sangat besar terhadap APBD. Akan tetapi disisi lain dalam kerapan sapi banyak hal-hal negatif yang tidak seharusnya dilakukan sehingga mengurangi bahkan merusak esensi, citra, dan makna yang terkandung dalam seni pertunjukan kerapan sapi yang sebenarnya. Hal inilah yang kemudian menjadi bahan kajian dalam konteks kajian kualitatif komunikasi.
     1.2 Rumusan Masalah
    1.      Mengetahui sebab terjadinya kontroversi penyiksaan dalam tradisi kerapan sapi
    2.      Tujuan dan makna dibalik penyiksaan dalam kerapan sapi
    3.      Apakah kekerasan dalam penyiksaan sapi bisa dihentikan
    1.3 Tujuan Penelitian
    1.      Untuk mengetahui apa sebab terjadinya kontroversi penyiksaan dalam tradisi kerapan sapi
    2.      Untuk mengetahui apa tujuan dan makna dibalik penyiksaan dalam kerapan sapi
    3.      Untuk mengetahui apakah penyiksaan dalam kerapan sapi bisa dihentikan

     
    BAB II
    LANDASAN TEORI
    2.1 Kerangka Teori
    Dalam penelitian ini teori yang dipakai adalah teori Roland Barthes. Roland Barthes adalah penerus pemikiran Ferdinand De Saussure. Dalam teori semiotika ini mengungkapkan ada apa dibalik tanda/sign objek. Saussure tertarik pada cara kompleks pembentukan kalimat dan cara bentuk-bentuk kalimat menentukan makna, tetapi kurang tertarik pada kenyataan bahwa kalimat yang sama bisa saja menyampaikan makna yang berbeda pada orang yang berbeda situasinya.
    Roland Barthes meneruskan pemikiran tersebut dengan menekankan interaksi antara teks dengan pengalaman personal dan kultural penggunanya, interaksi antara konvensi dalam teks dengan konvensi yang dialami dan diharapkan oleh penggunanya. Gagasan Barthes ini dikenal dengan “Order Of Signification”, mencakup denotasi (makna sebenarnya sesuai kamus) dan konotasi (makna ganda yang lahir dari pengalaman kultural dan personal). Di sinilah titik perbedaan Saussure dan Barthes meskipun Barthes tetap mempergunakan istilah signifier-signified yang diusung Saussure. Gagasan barthes yang dikenal dengan “ Order Of Signification “ seperti yang digambarkan dalam bagan dibawah ini :
    Barthes juga melihat aspek lain dari penandaan yaitu “Mitos” yang menandai suatu masyarakat. “Mitos” menurut Barthes terletak pada tingkat kedua penandaan, jadi setelah terbentuk sistem sign-signifier-signified, tanda tersebut akan menjadi penanda baru yang kemudian memiliki petanda kedua dan membentuk tanda baru. Jadi, ketika suatu tanda yang memiliki makna konotasi kemudian berkembang menjadi makna denotasi, maka makna denotasi tersebut akan menjadi mitos.
    Misalnya: Pohon beringin yang rindang dan lebat menimbulkan konotasi “keramat” karena dianggap sebagai hunian para makhluk halus. Konotasi “keramat” ini kemudian berkembang menjadi asumsi umum yang melekat pada simbol pohon beringin, sehingga pohon beringin yang keramat bukan lagi menjadi sebuah konotasi tapi berubah menjadi denotasi pada pemaknaan tingkat kedua. Pada tahap ini, “pohon beringin yang keramat” akhirnya dianggap sebagai sebuah Mitos.
    Seperti halnya dengan yang terjadi dalam tradisi kerapan sapi. Kerapan sapi yang awalnya hanya sebuah pesta rakyat yang dilaksanakan setelah musim panen dan biasanya juga dilaksanakan setiap mau menjelang musim hujan. Hal inilah yang menimbulkan makna konotasi dalam kerapan sapi. Namun kemudian makna konotasi ini berkembang menjadi sebuah asumsi umum dalam masyarakat sehingga kemudian kerapan sapi yang semula hanya sebuah pagelaran pesta rakyat bukan lagi menjadi sebuah konotasi akan tetapi  berubah menjadi sebuah makna denotasi pada pemaknaan tingkatan kedua. Dalam tahap ini kerapan sapi tidak hanya dianggat sebagai sebuah bentuk pagelaran pesta rakyat akan tetapi berubah menjadi sebuah mitos yaitu “apabila sudah musin kerapan sapi maka akan segera turun hujan”
    Permainan kerapan sapi jika dicermati secara mendalam mengandung nilai-nilai yang pada gilirannya dapat dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai itu adalah: kerja keras, kerja sama, persaingan, ketertiban dan sportivitas.
    Nilai kerja keras tercermin dalam proses pelatihan sapi, sehingga menjadi seekor sapi pacuan yang mengagumkan (kuat dan tangkas). Untuk menjadikan seekor sapi seperti itu tentunya diperlukan kesabaran, ketekunan dan kerja keras. Tanpa itu mustahil seekor sapi aduan dapat menunjukkan kehebatannya di arena kerapan sapi.
    Nilai kerja sama tercermin dalam proses permainan itu sendiri. Permainan kerapan sapi, sebagaimana telah disinggung pada bagian atas, adalah suatu kegiatan yang melibatkan berbagai pihak. Pihak-pihak itu satu dengan lainnya saling membutuhkan. Untuk itu, diperlukan kerja sama sesuai dengan kedudukan dan peranan masing-masing. Tanpa itu mustahil permainan kerapan sapi dapat terselenggara dengan baik.
    Nilai persaingan tercermin dalam arena kerapan sapi. Persaingan menurut Koentjaraningrat (2003: 187) adalah usaha-usaha yang bertujuan untuk melebihi usaha orang lain dalam masyarakat. Dalam konteks ini para peserta permainan kerapan sapi berusaha sedemikian rupa agar sapi aduannya dapat berlari cepat dan mengalahkan sapi pacuan lawan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, masing-masing berusaha agar sapinya dapat melakukan hal itu sebaik-baiknya. Jadi, antarpeserta bersaing dalam hal ini.
    Nilai ketertiban tercermin dalam proses permainan kerapan sapi itu sendiri. Permainan apa saja, termasuk kerapan sapi, ketertiban selalu diperlukan. Ketertiban ini tidak hanya ditunjukkan oleh para peserta, tetapi juga penonton yang mematuhi peraturan-peraturan yang dibuat. Dengan sabar para peserta menunggu giliran sapi-sapi pacuannya untuk diperlagakan. Sementara, penonton juga mematuhi aturan-aturan yang berlaku. Mereka tidak membuat keonaran atau perbuatan-perbuatan yang pada gilirannya dapat mengganggu atau menggagalkan jalannya permainan.
    Dan, nilai sportivitas tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan, tetapi juga mau menerima kekalahan dengan lapang dada.
    Selain penanda dan petanda yang diulas diatas, ada juga penanda dan petanda yang dapat dilihat langsung dari fisik kerapan sapi itu sendiri, yaitu dilihat dari bentuk kokot sapi (kaki sapi) yang dibuat agak runcing dari sapi-sapi yang lain, pangonong (alat yang mengapit sapi), kleles (tempat joki), dan “empa’tanduk sapasang”(empat tanduk satu pasang).
    Kokot dibuat agak runcing dari sapi biasa itu memiliki makna “namen panggun ka tana” (nanam pasti ke tanah). Karena masyarakat Madura mayoritas adalah petani yang memiliki etos kerja yang sangat besar. Dan setiap tanaman itu pasti ditanam ketanah.
    Pangonong adalah alat yang mengapit sapi, terbuat dari bambu dan ada juga yang terbuat dari kayu ukir. Alat ini dipasang agar sapi bisa berlari bersama. Hal ini menandakan bahwa orang Madura juga memiliki nilai-nilai religius yang sangat tinggi. Dan juga mencerminkan iman dan islam dimana dua komponen tersebut juga harus berjalan bersama.
    Kleles adalah alat tempat joki berpijak/berdiri dan mengendalikan sapi. Alat ini terbuat dari bambu untuk sapi kerap.  Hal ini memiliki arti bahwa setiap orang  harus memiliki pegangan dan pijakan dalam melangkah dan melakukan setiap perbuatan. Pegangan dan pijakan orang Madura adalah Al-Qur’an dan Al-Hadist.
    Empa’tanduk sapasang memiliki arti setiap orang Madura harus memiliki tanduk (keahlian) dalam bidang apa pun. Karena orang Madura terkenal memiliki semangat kerja yang sangat tinggi dan semangat itu harus didukung dengan kemampuan.
    Itulah makna-makna yang dilahirkan dari penada-penanda yang ada dalam tradisi kerapan sapi Madura.
    BAB III
    METODOLOGI
    3.1. Paradigma Penelitian
    Penelitian dengan pendekatan fenomenologis berusaha untuk memahami makna dari berbagai peristiwa dan interaksi manusia didalam situasinya yang khusus. Penelitian dengan cara ini dimulai dengan sikap diam dan terbuka tanpa prasangka. Artinya peneliti tidak menganggap dirinya mengetahui makna dari berbgai hal yang terjadi dan ada pada orang-orang yang sedang dipelajarinya (Sutopo, 2002:25)
    Paradigma yamg di gunakan adalah Paradigma Konstruktivisme ini Memandang ilmu sosial sebagai analisis sistematis terhadap socially meaningful action melalui pengamatan langsung dan rinci terhadap pelaku sosial dalam setting keseharian yang alamiah, agar mampu memahami dan menafsirkan bagaimana para pelaku sosial yang bersangkutan menciptakan dan memelihara atau mengelola dunia sosial mereka.
    3.2 Unit Analisis
    Dalam pelaksanaan penelitian akan digunakan komunikator, pesan dan media sebagai unit analisisnya.
    3.3 Metode Penelitian
    Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
    a.       Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode observasi deskriptif analisis. (Peneliti melakukan observasi dan menganalisa data sesuai dengan keadaan).
    b.      Observasi dilakukan berdasarkan pada pedoman observasi
    c.       Pedoman observasi disusun sebagai berikut :
    -              Mengumpulkan data dengan mencari semua data yang berkaitan dengan objek penelitian (kerapan sapi)
    -          Melakukan identifikasi terhadap visualisasi objek yang ada.
    -              Mendeskripsikan makna-makna dan tujuan dari visualisasi dari objek penelitian.
    3.4. Populasi dan Sampel
    Dalam penelitian ini peneliti mengambil populasi pada suku Madura, budaya madura dan tradisi Madura
    Sampel yang di ambil adalah tradisi kerapan sapi yang cenderung terjadi kekerasan pada sapi yang di jadikan objek kerapan.
    3.5. Teknik Pengumpulan Data
    a. Wawancara
    dengan wawancara merupaka suatu interaksi terhadap pemilik sapi yang mau di jadikan kerapan. interaktif (percakapan), dan melalui pertanyaan dan jawaban yang terbuka.walaupun pada awalnya peneliti sudah mempersiapkan daftar pertanyaan yang telah dibuat, wawancara mengalir sesuai dengan respon atau jawaban responden. Yang terpenting adalah dapat menggali semua data yang dicari. (Creswell dalam Engkus Kuswarno)
    b. Observasi
    Pencarian data pada literatur yang ada hubungannya dengan judul dan materi sebagai bahan penulisan.
    3.4  Teknik Analisa Data
    Data yang sudah didapatkan dianalisis dengan system analisis semiotika. Sebagaimana telah diungkapkan bahwa semiotika adalah ilmu yang mengkaji tentang tanda atau system tanda dimana tanda terebut dapat berupa indeks, ikon, atau symbol. Tanda-tanda tersebut bertujuan untuk mengkomunikasikan pesan-pesan tertentu yang dibuat oleh komunikator kepada komunikan. Di dalam pertunjukan kerapan sapi tanda-tanda tersebut hanya mempunyai kualitas visual saja.
    Pendekatan hubungan yang terjadi antara penanda (komunikator) dengan petanda (komunikan) dapat terjadi melalui dua arti/makna yaitu :
    a.       Makna Denotative
    Makna yang muncul dari sebuah gambar/bentuk sesuai dengan asli bentuk/gambar tersebut.
    b.      Makna Konotatif
    Makna yang muncul dari sebuah gambar/bentuk bila gambar atau bentuk tersebut dilihat dari sedut pandang yang berbeda.
    Dalam menganalisa objek kita dapat memfokuskan perhatian pada seatiap penanda yang ada dalan objek tersebut baik itu dari penanda yang sifatnya diam atau kegiatan visualisasi dari sapi dan orang mengiringi sebagai sebuah elemen tanda atau signame, yaitu sebuah tanda dasar yang tidak dapat diturunkan lagi. Penanda inilah yang kemudian akan banyak memberikan rangsangan (stimulus) dan menjadi fokus penelitian baik yang realis maupun dekoratif yang dibuat untuk mewakili bentuk-bentuk tertentu pula. Dalam bentuk ikon ini pesan, maksud, dan tujuan dapat berarti secara luas dan dapat bersifat konotatif, tergantung dari karakter dan kemampuan audiens dalam menerjemahkan kede-kode ikon dan gambar yang ditampilkan. Hal ini berbeda jika disamping gambar/bentuk dan ikon yang dimunculkan terdapaat teks yang mengandung pesan linguistic untuk mendukung gambar atau visualisasi objek.
    Daftar Pustaka
    Effendy, Onong Uchjana. Ilmu, Teori dan Filisafat Komunikasi. Cet. Ke-3. Citra Aditya Bakti: Bandung. 2003
    Wiyata, Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura, Yogyakarta: LKiS, 2002
    Komunikasi Virtual Vs Komunikasi Klasik. Refinasari.blogspot.com 
    http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/17/07092068/pantat.dipaku.mata.dan.dubur.diolesi.balsam 
    http://www.youtube.com/watch?v=PVKcySwXD9U&feature=related 
    Read more >>

    Popular Posts